Home » Opini » Pentingnya Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2019

Pentingnya Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2019

Oleh: Satori

Alumni Fisip Universitas Jember – Koordinator Forum Kajian Pembangunan Desa 

 

Pentingnya Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2019

 

Pemilu menjadi indikator dalam menentukan sebuah negara demokratis atau tidak, karena Pemilu memberikan sebuah momentum kepada masyarakat untuk menentukan arah perkembangan sebuah negara.

Pada Pemilu, masyarakat dapat memilih pemimpin dan menentukan siapa yang akan memimpin sebuah negara. Untuk itu, momentum Pemilu juga membutuhkan sebuah pemaksimalan partisipasi masyarakat.

Tanpa adanya pemaksimalan partisipasi masyarakat, maka Pemilu hanya akan menjadi instrumen formal dan indikator penilaian demorkasi saja, tanpa adanya substansi. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaran Pemilu harus terus ditingkatkan.

“Menghidupkan demokrasi mustahil tanpa adanya partisipasi masyarakat” (Steven Chan).

Meningkatkan Partisipasi

Baca  Parpol vs Independen Akan Bertarung Dalam Pilkada 2020

Proses pembumian demokrasi dan pengembalian kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelaksanaan pemilu merupakan salah satu hal penting untuk dilakukan.

Menurut penulis terdapat empat hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Yaitu, sosialiasi, pendidikan bagi pemilih, survei atau jajak pendapat dan peningkatan kinerja penyelenggara.

Pertama, hal yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan proses sosialisasi tentang pentingnya Pemilu dalam sebuah Negara yang demokratis, bukan hanya sosialisasi tahapan dan teknis penyelenggaraan Pemilu.

Meskipun dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017 menyatakan bahwa sosialisasi dilakukan terkait dengan tahapan dan teknis penyelenggaraan Pemilu, namun sosialisasi segala hal yang melatarbelakangi penyelenggaraan Pemilu perlu untuk dilakukan.

Hal ini menjadi penting karena penanaman pemahaman terkait dengan esensi dan kaidah-kaidah demokrasi merupakan inti penggerak semangat masyarakat untuk terus terlibat aktif dalam membangun demokrasi.

Baca  Otokritik Refleksi Hari Pers Nasional Tahun 2019 (Bagian-1)

Kedua, pendidikan bagi pemilih perlu mendapatkan fokus yang jelas. Ini terkait dengan proses segmentasi pendidikan pemilih. Pemilih pemula merupakan segmentasi penting dalam upaya melakukan pendidikan bagi pemilih dan tentunya pendidikan bagi pemilih pemula ini tidak hanya dilakukan ketika masuk usia pilih.

Namun lebih dari itu, pendidikan bagi pemula seyogyanya dilakukan sedini mungkin, sehingga pemahaman tersebut terbangun dan ketika sudah mencapai usia pemilih, para pemilih pemula sudah siap menggunakan hak pilihnya secara cerdas.

Ketiga, survei atau jajak pendapat di satu sisi, cara ini perlu dilakukan karna sangatlah penting. Kegiatan tersebut juga bisa dijadikan sebuah sarana untuk menyebarluaskan informasi terkait dengan penyelenggaraan Pemilu. Untuk itu, kegiatan survei atau jajak pendapat perlu mendapatkan dukungan, karena kegiatan tersebut merupakan sarana yang tentu saja bukan hanya ditujukan untuk melakukan survey, namun lebih dari itu, ada proses pendidikan bagi para pemilih serta informasi terkait dengan penyelenggaraan Pemilu.

Baca  Isu Lingkungan Hidup Buram Dalam Debat Capres Ke-2

Keempat, tentu saja terkait dengan peningkatan kinerja penyelenggara Pemilu, bukan hanya terkait dengan kinerja teknis penyelenggaraan, namun juga dalam hal penumbuhan kesadaran tentang pentingnya partisipasi masayarakat dalam penyelenggaraan Pemilu, sehingga masyarakat bisa memahami partisipasi apa saja yang dapat dilakukan dan apa output dari partisipasi tersebut.

Semoga pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 nanti berjalan sukses dan berkualitas sesuai keinginan rakyat.

Kamis, 14 November 2019