Home » Jurnal » Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah
Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Foto: istimewa)
Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Foto: istimewa)

Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah

QARAO.com – Ibadah Haji menjadi impian semua umat Islam, bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Haji merupakan rukun islam yang kelima dengan syarat bagi yang mampu. Haji dan umroh merupakan ibadah yang erat kaitannya dengan harta benda.

Di Indonesia, sistem antrian haji yang lama membuat calon jamaah harus menunggu selama bertahun-tahun. Berbeda dengan umrah yang bisa dilakukan kapan saja di luar musim haji, ibadah haji sudah ditentukan waktunya setahun sekali pada bulan Dzulhijjah sedangkan jumlah jamaah terbatas bergantung pada kuota yang diberikan pemerintah.

Meskipun sama-sama dilakukan di Arab Saudi, terdapat beberapa perbedaan haji dan umrah yang secara global dapat dilihat dari 3 aspek: waktu pelaksanaan, tatacara pelaksanaan, dan hukum. Dari sisi pelaksanaan, aturan ibadah haji atau rukun haji lebih banyak daripada umrah.

Baca  Atribut Ganti Presiden Saat Ibadah Haji di Tanah Suci Bisa Ganggu Hubungan Indonesia-Arab Saudi
Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Foto: ihram.asia)
Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Foto: ihram.asia)

Saat mengerjakan umrah tidak diwajibkan wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, dan melempar jumrah. Sementara ibadah haji, selain ihram, tawaf, sa’i, dan tahalul, wukuf, mabit, dan melempar jumrah wajib dilakukan.

Umrah boleh dilakukan kapan pun dan di bulan apa pun, sementara haji hanya boleh dilakukan pada bulan Dzulhijah, khususnya tanggal 9 sampai 13 dzulhijah. Melakukan haji pada selain waktu yang ditentukan, menurut mayoritas ulama hajinya tidak sah.

Mayoritas ulama menyepakati hukum haji ialah wajib bagi orang yang telah memenuhi persyaratan haji. Sedangkan umrah, menurut sebagian ulama, hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Pandangan lain menyebutkan, umrah tidak wajib sebagaimana haji, tetapi sunnah muakkadah.

Baca  Demokrasi Yang Mengandalkan Citra

Berikut ini poin penting yang membedakan ibadah haji dan umrah:

  • Niat untuk haji dan niat umrah tidak dapat disamakan
  • Haji hanya dilaksanakan dari bulan Syawal hingga Dzulhijah, sedangkan Umrah kapan saja
  • Jamaah haji terbatas (ada kuota), sedangkan umrah tidak memiliki batas jamaah
  • Haji terdapat wukuf di Arafah, mabit (bermalam) di mudzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah, sedangkan umrah tidak ada
  • Haji itu wajib bagi yang mampu, sedangkan umrah bersifat sunnah

Wukuf, Mabit dan Jumrah

Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Padang Arafah)
Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Padang Arafah)

Ketiga rukun haji ini menjadi pembeda haji dan umrah. Wuquf berarti “berhenti“ walau sejenak, siapa yang berhenti walau sejenak di Padang Arafah setelah tergelincirnya matahari 9 Dzulhijjah yang merupakan puncaknya ibadah haji, maka wukufnya dapat dinilai sah, demi kesempurnaan wukuf adalah singgah di tempat ini sebelum matahari terbenam.

Baca  Pejabat Arab Saudi Isyaratkan Gali Kanal Yang Mengubah Qatar Jadi Pulau

Mabit atau bermalam di sini merupakan sebuah kewajiban haji. Setiap jamaah setelah wukuf di Arafah diharuskan menginap di Muzdalifah sebelum menuju Mina, meski hanya sebentar.

Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Jamaah sedang mabit di Muzdalifah)
Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah. (Jamaah sedang mabit di Muzdalifah)

Setelah bermalam, wanita, anak-anak, orang tua dan laki-laki yang bertanggung jawab atas kelompoknya boleh meninggalkan Muzdalifah menuju Mina ketika sudah sampai waktu tengah malam. Sementara laki-laki yang cukup kuat tinggal hingga terbit fajar.

Selain mabit (menginap di Muzdalifah), jamaah juga mengambil 70 butir atau 49 butir batu kecil atau kerikil untuk persiapan lempar jumrah di Mina.

 

— Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah —
** dari berbagai sumber

Kamis, 22 Agustus 2019