Home » Terkini » Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Atribut Natal
Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Antribut Natal (Foto: Risty)

Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Atribut Natal

QARAO.com, Probolinggo – Memasuki perayaan natal dan tahun baru, kepolisian resort kota Probolinggo meminta para pelaku usaha atau pemilik toko, yang beragama non muslim agar tidak memaksa karyawannya beragama muslim, untuk mengenakan atribut natal seperti pakaian Santa Clause atau Sinterklas.

Kasat Intel Aiptu Sudarto menyampaikan, keputusan itu diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara Forkopimda, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan sejumlah Ormas Islam dan pelaku usaha.

Disebutkan Sudarto, jika langkah itu diambil sebagai upaya menjaga kondusifitas dan keamanan antar umat beragama di Kota Probolinggo.

Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Atribut Natal (Foto: Risty)
Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Atribut Natal (Foto: Risty)

Sementara disinggung penggunaan terompet, Sudarto tidak mempermasalahkan lantaran bukan bagian atribut agama tertentu.

Baca  Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Konservasi Nasional Digelar di Tepi Pantai Paiton, Ajak Bersama - sama Kendalikan Sampah Plastik

“Karena bukan bagian dari atribut agama, dan penjualannya pun tidak ada larangan. Tentunya ini tidak ada masalah,”terangnya, Kamis (20/18/2018).

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad mendukung, hasil kesepakatan bersama tersebut.

Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Atribut Natal (Foto: Risty)
Polisi Bersama MUI, FKUB Himbau Pemilik Toko Non Muslim Tidak Paksa Karyawan Muslim Menggenakan Pakaian dan Atribut Natal (Foto: Risty)

Dijelaskannya, jika hal itu sesuai dengan keluarnya surat rekomendasi MUI Provinsi Jawa Timur, yang terdapat dalam Keputusan Fatwa MUI Jatim No. Kep-2/SKFMUI/JTM/XII/2014.

Dimana isinya meminta pemerintah, untuk melindungi umat Islam dalam menjalankan agamanya secara konsekuen dan benar. Selain itu melindungi umat Islam dari segala tindakan, berupa ajakan, pemaksaan dan tekanan.

Baca  Pelaku Curat Masih Buron, Hendrik Pengidap HIV Dinyatakan DPO

KH Nizar juga mengajak, para umat islam agar saat menyambut tahun baru 2019, menghindari kegiatan hura-hura seperti konvoi di jalan. Pesta kembang api berlebihan, dimana dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

“Momen pergantian tahun seyogyanya menjadi momen evaluasi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu dan menyiapkan langkah berikutnya menjadi lebih baik,” pintanya. (Risty)

Sabtu, 19 Oktober 2019