Home » Pilihan » Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya
Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya. (Foto: tempo)
Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya. (Foto: tempo)

Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya

QARAO.com, Tangerang – Prinsip syariah RSUD Kota Tangerang viral di media sosial. Prinsip dijabarkan di antaranya dalam papan pengumuman yang sempat terpasang di lantai dasar rumah sakit itu, dekat lift. 

Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya. (Foto: tempo)
Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya. (Foto: tempo)

Pada Kamis (13/6/19), papan pengumuman itu tampak sedang dilepas dari tempatnya semula.

“Ya gara-gara diprotes netizen. Kami akan ganti dengan pengumuman yang kata-katanya dapat dimengerti orang awam,” kata Direktur RSUD Kota Tangerang, Feriansyah, saat dihubungi, Rabu (12/6/19).

Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya. (Foto: tempo)
Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya. (Foto: tempo)

Adapun papan pengumuman masih dibiarkan di atas kursi. Tertulis: Rumah Sakit Sesuai Prinsip Syariah. DALAM RANGKA MENGHINDARI KHALWAT DAN IKHTILATH. PENUNGGU PASIEN WANITA SEYOGYANYA ADALAH WANITA. PENUNGGU PASIEN PRIA SEYOGYANYA PRIA. KECUALI PENUNGGU PASIEN ADALAH KELUARGA (MAHRAMNYA). *)Khalwat: Berduaan selain dengan mahramnya. *)Ikhtilath: Pencampuran pria dan wanita.

Baca  Sekretaris Mi6 akan bertarung di Pilkada Kota Mataram dan Loteng 2020 .

Feriansyah mengatakan kalimat pengumuman pengganti masih dalam pembahasan Team Komite Syariah RSUD Kota Tangerang bersama Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). 

Lebih dari itu dia meyakinkan bahwa pelayanan di rumah sakit tipe C milik pemerintah daerah itu tidak akan membatasi layanannya karena prinsip syariah yang diadopsi.

Alasan Feriansyah, apa yang diterapkan di RSUD Kota Tangerang bukan mensyariahkan orang tapi layanannya. Istilah yang digunakannya adalah syariah universal atau syariah yang tidak berlaku 100 persen.

“Dan itu tidak ada maksud membedakan etnis dan agama, karena di sini bukan mensyariahkan orang tapi, layanannya yang berbasis syariah.” (tempo)

Jum'at, 20 September 2019