Home » Terkini » PT Inka Rencana Kembangkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Hanya 2 Jam dan Anti Gempa
PT Inka Rencana Kembangkan Kereta Cepat Jakarta - Surabaya Hanya 2 Jam dan Anti Gempa (Foto: Risty)

PT Inka Rencana Kembangkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Hanya 2 Jam dan Anti Gempa

QARAO.com, Probolinggo – PT Industri Kereta Api (INKA), berencana menciptakan kereta api cepat anti gempa, yang dapat menghubungkan Jakarta – Surabaya dalam kurun waktu sekitar 2 jam.

Kereta api cepat anti gempa ini, diprediksi bisa melaju dengan kecepatan 300 km/jam. Meski masih dalam bentuk konsep, namun kereta ini diharapkan bisa menjadi pilihan lain masyarakat, yang hendak bepergian jauh dimana dapat ditempuh dalam waktu singkat.

Informasi itu, disampaikan Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro, saat memberikan pembelajaran perkereta apian kepada para siswa SMA Katholik Materdai, Kota Probolinggo, Kamis (04/10/2018) kemarin.

Budi menjelaskan, untuk segi kecanggihan kereta api cepat yang digadang-gadang bernama Argo Cahaya itu, mampu mendeteksi getaran tanah saat gempa bumi terjadi.

Baca Juga  Pimpin Rapat Terbatas di Pengungsian, Ini 5 Arahan Presiden Jokowi Terkait Penanganan Gempa Lombok

Jika kelak rencana ini bisa diwujudkan, maka harus dipasang sensor pendeteksi gerak di beberapa titik rangkaian kereta cepat. Dimana sensor ini berfungsi untuk mendeteksi adanya pergerakan tanah yang diakibatkan oleh gempa bumi.

Jika sensor-sensor tersebut mendeteksi adanya pergerakan tanah maka sensor akan mengirim sinyal ke ruang kendali agar kereta berhenti.


“Teknisnya saat terjadi gempa bumi, sensor yang ada di beberapa titik kereta api, akan mengirim sinyal ke ruang kendali agar kereta api berhenti secara otomatis,” terang Budi.

PT Inka Rencana Kembangkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Hanya 2 Jam dan Anti Gempa (Foto: Risty)
PT Inka Rencana Kembangkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Hanya 2 Jam dan Anti Gempa (Foto: Risty)

Budi berharap, rencana adanya kereta cepat ini, bisa diterima pemerintah dan direalisasikan di tahun 2025 mendatang. Sementara anggaran dana yang dibutuhkan, untuk mewujudkan kereta api cepat anti gempa ini, sekitar 200 Triliun.

Baca Juga  Lombok Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 7

“Tentunya rencana itu, masih disesuaikan dengan kemampuan pendanaan dari pemerintah. Kalo kami sebagai produsen hanya ikut saja, dan sebetulnya pembiayaan tinggi terdapat pada pembangunan infrastrukurya, sementara kalo harga kereta api sendiri tidak mahal,” terangnya.

Sementara ditanya terkait program INKA mengajar di sekolah, Budi menyebut, jika program tersebut merupakan kebijakan Menteri BUMN, yang memerintahkan seluruh direktur BUMN melaksanakan program mengajar untuk negeri.

“Jadi program mengajar di sekolah ini, dilakukan setahun sekali. 1 kali di Smk dan 1 kali diperguruan tinggi. saya memilih mengajar di SMAK Materdai Kota Probolinggo, karena saya alumni sini,” jelasnya. (Risty)

Baca Juga  Presiden Bertolak ke NTB Tinjau Penanganan Korban Gempa Lombok
TerkiniLeft Menu Icon