Home » Terkini » Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen
Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen (Foto: istimewa)
Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen (Foto: istimewa)

Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen

QARAO.com, Jakarta – Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Subang KH Mochammad Abdul Mu’min menuding Wakil Ketua DPR Fadli Zon sudah keterlaluan. 

Menurutnya, wakil ketua umum Partai Gerindra itu sudah tak beradab karena memolitikkan doa KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen melalui puisi yang diviralkan.

Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen (Foto: istimewa)
Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen (Foto: istimewa)

“Saya sudah baca puisi Fadli itu. Isinya merendahkan ulama dengan mengatakan doanya ditukar. Para politikus jangan kurang ajar pada ulama. Pesantren itu sudah berumur ratusan tahun sementara politikus bari lahir kemarin sore,” ujar Kiai Mu’min, Senin (4/2/2019).

Ulama yang lebih kondang dengan panggilan Maung Subang itu menuturkan, Mbak Moen adalah ulama karismatik yang dihormati karena kelimuan dan kealimannya. 

Karena itu Kiai Mu’min menganggap Fadli dengan menulis ‘Puisi yang Ditukar’ sama saja tidak menghormati ulama.

Baca Juga  Mendikbud Temui Dandim 0820 dan Kapolresta Untuk Klarifikasi Kasus Viralnya Siswa TK Kartika V-69 Bercadar dan Menenteng Replika Senjata AK47

“Rasulullah memerintahkan agar kami menghormati ulama, takzim kepada ulama, karena ulama adalah yang mengurus umat dan yang memerdekakan republik ini,” kata Kiai Mu’min.


Karena itu Kiai Mu’min mengingatkan semua pihak tidak ikut-ikutan mempermainkan ulama seperti yang dilakukan Fadli dengan puisinya. 

“Setiap sesuatu jika dipandang dengan hati benci, jangankan yang salah, yang benar pun disalahkan,” pungkas pengurus NU Subang tersebut. 

Putri Gus Dur, Alissa Wahid merasa geram dengan puisi Fadli Zon yang berjudul Doa yang Ditukar.

Hal tersebut tampak pada akun twitter @AlissaWahid pada Selasa (5/2/19).

Alissa mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengomentari Fadli Zon sebelum puisi tersebut.

Baca Juga  Kunjungi Kodim 0820 Probolinggo Ini Pesan Pangdam

Namun menurutnya, Fadli Zon sudah keterlaluan jika kata “Kau” dalam puisi itu yang dimaksud adalah Mbah Moen.

Alissa menilai bahwa Fadli Zon sudah keterlaluan menyindir Mbah Moen sebagai membegal doa.

“Pak, yang anda “kau-kau”-kan di sini siapa? Kyai Maimoen Zubair?

Anda kan juga pernah salah & anda minta maaf.

Kepleset lidah Mbah Moen kesalahan manusiawi. Beliau ralat seperti anda ralat hoax anda. Mengapa Anda menuduh Mbah Moen membegal doa?,” tulisnya.

Inilah puisi Doa Yang Ditukar karta Fadli Zon:

Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen
Puisi Fadli Zon Dianggap Merendahkan Kiai Maimoen Zubair, Kiai Subang: Fadli Zon Tak Beradab kepada Mbah Moen

(rnd)

TerkiniLeft Menu Icon