Home » Terkini » Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan
Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)

Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan

QARAO.com, Majalengka -Tepat tanggal 10 Ramadhan Tahun kedelapan Hijriah, Nabi Muhammad menguasai Mekkah tanpa pertumpahan darah.

Peristiwa penting itu menjadi bukti bahwa Islam adalah agama damai yang mencintai kemanusiaan.

Moment rekonsiliasi yang disebut Fathul Makkah ini terjadi di bulan rahmah atau kasih sayang, yaitu Ramadhan.

Karenanya, Ramadhan harus menjadi momentum bagi umat Islam, khususnya bangsa Indonesia untuk menguatkan kembali daya rekat persaudaraan sesama anak bangsa pasca berlangsungnya Pemilu 2019 ini.

Demikian dikatakan KH. Maman Imanulhaq saat membuka Pesantren Ramadhan 2019 di Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka Jabar, Senin 13 Mei 2019.

Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)
Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)

“Bangsa Indonesia punya daya rekat yang begitu kuat sejak masa lalu. Yaitu ukhuwah, persaudaraan. Baik persaudaraan sesama umat Islam, sesama anak bangsa dan sesama umat manusia. Inilah modal agar Pemilu ini tidak menyisakan keretakan sosial yang melebar karena perbedaan pilihan politik. Utamanya terkait Pilpres”, tegas Pimpinan Ponpes Al-Mizan ini.


Kiai Maman menambahkan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang akan mengasah seorang yang aktif dalam semua ritual kesalehannya menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi kehidupan.

Baca  Kerja Lembur 5 Anggota Bawaslu Probolinggo Sakit

Mereka menjadi pejuang yang berani hidup. Berbeda dengan seorang teroris yang berani mati karena keyakinan yang salah sehingga membuat kerusakan dan kerugian yang besar kepada orang lain.

Tokoh muda NU ini menegaskan bahwa makna jihad adalah memperjuangkan nilai Islam berupa perdamaian, kesejahteraan dan keadilan sesuai tuntunan Rasulullah.

Inilah dakwah yang konstruktif tanpa paksaan dan kekerasan. Bukan dalam bentuk radikalisme apalagi terorisme.

Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)
Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)

Mengacu pada surat Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman, Kiai Maman mengingatkan pentingnya memperkuat nilai keimanan.

“Ramadan itu ajakan keimanan. Kekuatan iman akan melahirkan sosok atau pribadi yang amanah dan tidak khianat, termasuk tidak khianat pada komitmen kebangsaan dan kemanusiaan. Orang yang beriman akan selalu berjuang menciptakan rasa aman, tentram pada lingkungan dan pada diri sendiri. Mustahil bagi seorang muslim yang beriman akan berbuat kekerasan, radikalisme, intimidasi, apalagi melakukan aksi terorisme,” tutur Dewan Syura DPP PKB ini.


Baca  Kapolres Bersama Walikota Probolinggo Pantau Terminal Bus Jelang Mudik Lebaran 2019
Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)
Ramadan Bulan Rekonsiliasi yang Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan (Foto: Charles)

Di akhir uraiannya, Kiai Maman membacakan beberapa hadist dalam Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Imam Nawawi tentang hakikat niat, hijrah dan karakter orang yang bertakwa.

Orang yang bertakwa memiliki karakter dermawan, Slsabar, mampu menahan amarah, mudah memaafkan. Bukan orang yang kasar, tukang caci maki, melawan pemerintah dan menyebarkan kebencian.

Karakter takwa ini yang sangat diperlukan dalam menunggu proses Pemilu 2019. Semua pihak diharapkan bersabar dan saling bahu membahu dalam mengantisipasi pernyataan maupun manuver kelompok-kelompok tertentu yang ingin membangun persepsi kegentingan atau ketegangan pasca Pemilu 2019.

“Mari kita isi Ramadan ini dengan kedamaian dan rasa syukur. Kita bersyukur kepada Allah karena pemungutan suara berjalan lancar. Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah membuktikan bahwa demokrasi kita bisa berjalan dengan baik, damai dan aman”, pungkas Kiai Maman.

Baca  VIDEO: 5 DPO Polda Riau Kepemilikan Sabu 37 Kilogram, Berhasil Diamankan Petugas Polres Probolinggo Bersama Polda Bali

. (Charles)

TerkiniLeft Menu Icon