Home » Inform » Ratusan Jamaah Aboge Tersebar di Probolinggo Gelar Sholat Idul Adha Selasa Pagi
Ratusan Jamaah Aboge Tersebar di Probolinggo Gelar Sholat Idul Adha Selasa Pagi. (Foto: Risty)
Ratusan Jamaah Aboge Tersebar di Probolinggo Gelar Sholat Idul Adha Selasa Pagi. (Foto: Risty)

Ratusan Jamaah Aboge Tersebar di Probolinggo Gelar Sholat Idul Adha Selasa Pagi

QARAO.com, Probolinggo – Berbeda dengan mayoritas umat Islam, yang telah merayakan Idul Adha hari Minggu kemarin (11/08).

Warga penganut Islam Aboge berlokasi di dusun Krajan, desa Leces kecamatan Leces kabupaten Probolinggo, baru melaksanakan sholat Ied dan penyembelihan hewan kurban, Selasa (13/8/2019).

Sejumlah warga penganut Islam Aboge, mulai anak — anak hingga orang dewasa, satu — persatu mulai memadati ruangan dan pelataran masjid Al Barokah.

Sambil mengumandangkan gema takbir, penganut Islam Aboge di Probolinggo, secara khidmat mengikuti satu persatu tahapan ibadah sholat Idul Adha, yang dipimpin oleh imam Islam Aboge setempat.

Baca  Dandim 0820 Probolinggo Hadiri Upacara Peringatan HUT RI Ke 74 Tahun 2019 di Kabupaten Probolinggo

Usai melaksanakan sholat Ied, perayaan Idul Adha kemudian ditutup dengan acara makan bersama, antara sesama warga penganut Islam Aboge. Sementara, 1 ekor sapi, dan 3 ekor kambing disiapkan jemaah Islam Aboge untuk kurban.

Tokoh Islam Aboge, Kyai Buri Mariyah mengatakan, perayaan Idul Adha Aboge selisih 2 hari dengan perayaan kurban umat Islam umumnya. Hal itu didasarkan hasil perhitungan sesuai kita Mujarabat, yang menjadi pedoman Islam Aboge.

Dimana jemaah Abooge berkeyakinan, jika hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah, atau tepatnya Selasa Kliwon. Dengan perhitungan, Japatji atau hari kepapat atau empat, pasaran siji atau satu.

Baca  Saat Panen Raya Harga Garam Malah Anjlok, Petani Garam di Probolinggo Mengeluh
Ratusan Jamaah Aboge Tersebar di Probolinggo Gelar Sholat Idul Adha Selasa Pagi. (Foto: Risty)
Ratusan Jamaah Aboge Tersebar di Probolinggo Gelar Sholat Idul Adha Selasa Pagi. (Foto: Risty)

“Jadi dalam menentukan sholat Idul Adha tahun ini, islam Aboge menggunakan rumus Japatji atau hari kepapat pasaran siji,” kata Kyai Buri.

Sementara jemaah Islam Aboge, Usman mengatakan, meski terdapat selisih pelaksanaan hari raya Idul Adha, namun warga peganut islam Aboge dan warga sekitar yang berbeda ajaran, tetap hidup rukun berdampingan.

Menurutnya semua berjalan aman dan nyaman, saling rukun berdampingan tanpa adanya konflik.

“Memang selisih 2 hari , tapi gak ada masalah bagi warga sekitar sini yang bukan Jemaah Aboge. Kami saling menghargai disini,”Ungkapnya.

Di Probolinggo, jamaah Aboge jumlahnya mencapai seribuan orang. Selain di kecamatan Leces, penganut Aboge, tersebar di 4 kecamatan lainnya yakni Dringu, Tegalsiwalan, Bantaran dan Kuripan.

Baca  Gladi Demontrasi Hari Pramuka yang Dilakukan Anggota Saka Wira Kartika Kodim 0820 Probolinggo

[risty] — via qarao-post

Kamis, 22 Agustus 2019