Home » Inform » Ribuan Santri Dan Ormas Islam di Kota Probolinggo Gelar Demo Damai di Depan Kantor Pemkot Dan DPRD, Tuntut Hiburan Terus Ditutup Selamanya
Ribuan Santri Dan Ormas Islam di Kota Probolinggo Gelar Demo Damai di Depan Kantor Pemkot Dan DPRD, Tuntut Hiburan Terus Ditutup Selamanya. (Foto: Risty)
Ribuan Santri Dan Ormas Islam di Kota Probolinggo Gelar Demo Damai di Depan Kantor Pemkot Dan DPRD, Tuntut Hiburan Terus Ditutup Selamanya. (Foto: Risty)

Ribuan Santri Dan Ormas Islam di Kota Probolinggo Gelar Demo Damai di Depan Kantor Pemkot Dan DPRD, Tuntut Hiburan Terus Ditutup Selamanya

QARAO.com, Probolinggo – Ribuan santri se-Kota Probolinggo bersama ormas islam tiba-tiba menghiasi Jalan Raya Panglima Sudirman, atau tepatnya di depan Pemkot Probolinggo, memutihkan area tersebut sambil membawa poster kecaman dan dukungan. Senin (19/8/19).

Gema sholawat dan doa menghiasi aksi damai, untuk mendukung kebijakan Walikota Probolinggo, menutup 2 hiburan malam atau rumah karaoke Pop City dan 888, setelah tidak diperpanjang ijinnya oleh Pemkot setempat.

Perwakilan dan kordinator aksi demo damai, juga memberi surat petisi dukungan dari semua ormas islam, atas keberanian dan akan melakukan perlawanan jika ada pihak yang berani membuka hiburan tersebut.

Pasalnya, maslahat dan mudharatnya adanya hiburan Kota Probolinggo, dipandang lebih banyak ke hal buruknya daripada baiknya, ditambah adanya dampak perceraian dan terganggunya ekonomi dengan adanya tempat-tempat karaoke ini.

Baca  Gelar Tradisi Polokan, Makan Panjang Beralas Daun Pisang Ala Santri Ponpes Bani Rancang Probolinggo di HSN

Ditambah banyak yang disalahgunakan tempat karaoke keluarga, dijadikan tempat perselingkuhan, pesta miras, peredaran narkoba semakin meningkat, bahkan kepala keluarganya banyak kecantol perempuan pemandu lagu atau biasa di sebut Purel.

Musyarofah, seketaris Muslimah Kota Probolinggo, serta perwakilan kaum perempuan, mengucapkan terimakasih atas kebijakan dan keberanian menutup hiburan malam, pasalnya selama ini, tidak ada satupun pejabat maupun kepala daerah berhasil menutup yang saya anggap tempat maksiat, dan menjadi tempat untuk sex bebas.

“Kami selaku muslimah dan perwakilan suara perempuan, karena pak Walikota Probolinggo yang baru ini, bisa menutup dan berani menutup hihuran malam, karena kebaikan dan keburukan, banyak lebih banyak keburukannya, karena dengan adanya itu banyak para suami kecantol Purel” tegas Muslimah saat memberikan orasi.

Baca  Babinsa Desa Pikatan Koramil 0820/19 Gending Dampingi Petani Panen Padi

Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, akan terus menutup semua hiburan yang jelek dan tempat hiburan, tempat maksiat, bahkan para kaum hawa juga memberikan dukungan, karena 2 karaoke bisa selamatkan keharmonisankeluarganya, saya akan terus maju dan berani siapa pun yang akan mendukung buka tempat- tempat hiburan malan, saya tetap dengan pendirian tidak memperpanjang ijin hiburan malam dan tempat karaoke tersebut.

“Banyaknya laporan tentang keburukan dengan adanya tempat – tempat hiburan malam, mayoritas emak – emak, mulai perekonomiannya terganggu, dan ada lagi suaminya kabur dengan perempuan pemandu lagu, apapun resikonya saya akan hadapi untuk penutupan hiburan malam” ujar mantan anggota DPR RI.

Baca  Dukungan Babinsa Tarokan Dalam Rangkaian Hari Santri Nasional

Tak hanya sampai di sini, ribuan santriwan, santriwati bersama ormas islam, melanjutkan orasinya ke kantor DPRD setempat, dan menentang kebijakan beberapa anggota dan ketua DPRD akan membuka hiburan yang ditutup oleh pemerintah.

Pihak DPRD setempat, memberi ijin 3 perwakilan demo untuk masuk dan menggelar audensi dengan anggota DPRD, alhamdulillah hasilnya pihak DPRD Kota Probolinggo, dan hasilnya anggota perwakilan DPRD menentapkan tidak mau membuka kembali hiburan malam, dan akan kembali pulang tidak jadi menginap di depan gedung DPRD.

Ribuan santri dan ormas islam, mengancam akan kembali demo dan rela tidur di depan kantor DPRD Kota Probolinggo, jika masih ada wacana untuk membuka kembali hiburan malam.

[risty] — via qarao-post

Kamis, 14 November 2019