Home » Terkini » Sejak Himbauan BMKG Surabaya Ombak Besar, KSOP Kelas 4 Probolinggo Tunda Keberangkatan Kapal Dibawah 125 GT
Sejak Himbauan BMKG Surabaya Ombak Besar, KSOP Kelas 4 Probolinggo Tunda Keberangkatan Kapal Dibawah 125 GT (Foto: Risty)

Sejak Himbauan BMKG Surabaya Ombak Besar, KSOP Kelas 4 Probolinggo Tunda Keberangkatan Kapal Dibawah 125 GT

QARAO.com, Probolinggo — Adanya himbauan BMKG Maritim Perak Surabaya per tanggal 4 Januari 2019 yang menyebut, Tinggi gelombang di laut Jawa bagian timur antara 0,8 — 2,0 meter, di selat Madura antara 0,3 — 1,3 meter dan di Samudera Hindia selatan Jatim antara 1,5 — 3,0 meter.

Dan kondisi angin dominan dari barat- utara, kecepatan angin maksimum di laut Jawa 24 knots (44 km/jam) dan Samudera Hindia selatan Jatim sebesar 26 knots (48 km/jam).

Membuat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas IV Probolinggo, melakukan penundaan keberangkatan terhadap kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo.

Baca  VIDEO: Masyarakat yang Belum Tentukan Pilihan Akan Terpengaruh Dengan Isu Konsesi Lahan
Sejak Himbauan BMKG Surabaya Ombak Besar, KSOP Kelas 4 Probolinggo Tunda Keberangkatan Kapal Dibawah 125 GT (Foto: Risty)

Kepala KSOP Klas IV Probolinggo, Eko Winarno menyampaikan, penudaan keberangkatan berlaku terhadap kapal di bawah 125 GT (Gross Ton), yang hendak berlayar ke perairan laut utara seperti arah Kalimantan dan Sulawesi.

“Penundaan dilakukan sementara waktu pak, hingga ada informasi terbaru dari BMKG. Kita himbau kapal nelayan dan angkutan barang dibawah 125 GT, tetap bersandar dahulu hingga cuaca membaik,”terangnya, Kamis (03/01/2019).

Sementara untuk kapal penyeberangan, Eko mengatakan, bahwa pihaknya tetap mengijinkan berlayar lantaran kondisi gelombang di perairan utara Probolinggo hingga pulau Gili Ketapang, masih normal sekitar 0,5 — 1 meter.

Baca  Komplotan Rampok Sadis Dibekuk Tim Buser Polsek Tegalsiwalan
Sejak Himbauan BMKG Surabaya Ombak Besar, KSOP Kelas 4 Probolinggo Tunda Keberangkatan Kapal Dibawah 125 GT (Foto: Risty)

Akan tetapi, pihaknya tetap menghimbau nahkoda kapal penyeberangan tetap hati-hati saat berlayar dan mengangkut penumpang, sesuai kapasitas semestinya yakni 20 sampai 25 penumpang.

“kalau kapal penyebrangan, tetap diperbolehkan berlayar pak, karena kondisi perairan uatar Probolinggo masih cenderung normal,”pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah nelayan di Probolinggo ada sekitar 4 ribu orang, meliputi 1. 410 nelayan kapal kecil dan 400 nelayan kapal besar.

. (Risty)

Sabtu, 19 Oktober 2019