Home » Terkini » Sembalun Sempat Lumpuh Akibat Longsor di Jalan Pusuk
Sembalun Sempat Lumpuh Akibat Longsor di Jalan Pusuk (Foto: Kautsar)

Sembalun Sempat Lumpuh Akibat Longsor di Jalan Pusuk

QARAO.com, LOMBOK TIMUR – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang berada dibawah kawasan Pusuk Sembalun mengalami longsor, Minggu dinihari (10/2).

Setelah dilakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan menggunakan alat berat, jalan dapat dilalui kembali mulai pukul 11. 45 Wita, meskipun untuk sementara kendaraan harus ekstra hati-hati akibat dari licinnya jalan karena lumpur material longsor masih menutupi badan jalan, dan kendaraan roda empat dari arah sembalun menuju arah suela harus terhenti mengingat kondisi jalan yang curam dan licin sangat berisiko jika dipaksakan untuk dilalui.

Menurut keterangan dari Polsek Sembalun yang diwakili oleh Kanit Intel Aiptu Joni pada saat dimintai keterangannya di lokasi terjadinya longsor mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga pada pukul 06. 00 Wita, bahwa pusuk sembalun mengalami longsor.

Baca Juga  Mendorong Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

“kami menerima laporan pusuk longsor pada pukul 06. 00 Wita, dan langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera melakukan tindakan pembersihan material longsor” ujar Aiptu joni.

Sembalun akhir-akhir ini sedang terjadi curah hujan yang cukup tinggi, pihaknya mengimbau agar pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, dan bilamana pada saat berencana untuk melakukan perjalanan ke sembalun atau sebaliknya, jika turun hujan dihimbau untuk tidak melanjutkan perjalanan dikarenakan kondisi dari tanah yang dipusuk masih sangat labil dan besar kemungkinan akan terjadi longsor kembali.

“kami juga menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan sebaiknya mengurungkan rencana perjalanan jika terjadi hujan, kita khawatir akan terjadi longsor dan memakan korban dengan kondisi tanah yang terlihat rapuh ini” ucapnya.


Sembalun Sempat Lumpuh Akibat Longsor di Jalan Pusuk (Foto: Kautsar)

Sementara salah seorang petugas TNGR menjelaskan longsor yang terjadi di kawasan TNGR diakibatkan karena curah hujan yang tinggi,tanah yang labil dan bekas gempa Lombok di Tahun 2018 kemarin, serta akibat ilegal loging di kawasan hutan TNGR.

Baca Juga  Amukan Puting Beliung di Probolinggo, Rusak 30 Rumah dan 5 Warung Ambruk, 1 Anak Terluka

” Longsor terjadi juga akibat terjadinya penebangan pohon atau perambahan hutan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab,sehingga penyangga air tidak ada,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Bidang Kedaruratan dan Kesiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L. Rusnan saat dikonfirmasi membenarkan kalau telah terjadi longsor di bawah Pusuk yang merupakan kawasan TNGR.

” Memang jalur menuju Pusuk lumpuh total akibat tanah longsor akan tapi kemudian bisa dilalui setelah alat berat datang, Untung dalam longsor itu tidak ada korban jiwa” tegasnya.

Akibat dari longsor ini aktivitas pasar mingguan di Sembalun tidak bisa beroprasi karena pasokan barang dari pasar Aikmel dan Masbagik tidak bisa didistribusikan oleh para pedagang. (Rahmatul Kautsar)

Baca Juga  Indahnya Peragaan Busana Di Lereng Bukit Seribu Selfie Gunung Bromo

. (Kautsar)

TerkiniLeft Menu Icon