Home » Global » Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun
Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun. (Foto: middleeastmonitor.com)
Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun. (Foto: middleeastmonitor.com)

Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun

QARAO.com, Arab Saudi – Pemerintah kerajaan Arab Saudi meluncurkan aturan baru untuk mengurangi para pengganggu ketertiban umum di dunia maya. Dalam hal ini, membatasi komentar warganet yang bermaksud menyindir pemerintah.

Warga Arab Saudi yang kerap mengungkapkan sindiran-sindiran kepada pemerintah di media sosial, akan diganjar hukuman lima tahun penjara.

“Memproduksi dan mendistribusikan konten mengolok-olok, mengejek, serta memprovokasi hingga akhirnya mengganggu ketertiban umum, nilai-nilai agama, dan moral di media sosial, akan dianggap telah melakukan kejahatan di dunia maya,” kata jaksa penuntut umum di negara tersebut, dikutip dari AFP, Rabu (5/9/2018).

Dengan adanya aturan yang membatasi warga Arab Saudi ini, denda berupa uang dan hukuman penjara telah menanti mereka yang tetap menyindir pemerintah di media sosial.

Baca  VIDEO: Truk Tangki Pengangkut BBM Meledak Menciptakan Bola Api yang Besar

“Oleh karena itu, mereka yang melakukannya akan dijatuhi hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda 3 juta riyal (atau Rp 11,9 miliar).”

Aturan ini semakin diperketat di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.

Tak pelak, banyak aktivis dari kelompok HAM dan juga pembangkang politik yang mengecam aturan cybercrime di negara tersebut.

Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun. (Foto: middleeastmonitor.com)
Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun. (Foto: middleeastmonitor.com)

Mereka khawatir dengan adanya aturan ini, semakin banyak aktivis yang ditangkap dengan tuduhan cybercrime karena menyuarakan protes atau pun sindiran melalui media sosial.

Saat ini, banyak warga Arab Saudi yang ditangkap dan dihukum atas tuduhan perbedaan pendapat di bawah undang-undang, terutama dengan ungkapan protes yang diunggah melalui sosial media Twitter.


Pada September tahun lalu, pihak berwenang Kerajaan Arab Saudi meminta kepada masyarakat untuk melaporkan kegiatan di media sosial yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Pihak berwenang mendefinisikan kejahatan siber (cybercrime) sebagai kejahatan ‘teroris’. (rnd)

 

Baca  TNI AD Juara Lomba Tembak AASAM 2019, Berturut-turut 12 Kali

— Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GlobalLeft Menu Icon