Home » Terkini » Stok Darah Golongan O dan B, PMI Kota Probolinggo Berharap Masyarakat Untuk Mendonorkan Darah
Stok Darah Golongan O dan B, PMI Kota Probolinggo Berharap Masyarakat Untuk Mendonorkan Darah. (Foto: Risty)
Stok Darah Golongan O dan B, PMI Kota Probolinggo Berharap Masyarakat Untuk Mendonorkan Darah. (Foto: Risty)

Stok Darah Golongan O dan B, PMI Kota Probolinggo Berharap Masyarakat Untuk Mendonorkan Darah

QARAO.com, Probolinggo – PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Probolinggo mengalami krisis stok darah, usai ramadan dan perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijriah.

Stok darah yang menipis adalah golongan darah O dan B, dimana jumlahnya tak lebih dari 6 kantong saja.

Stok Darah Golongan O dan B, PMI Kota Probolinggo Berharap Masyarakat Untuk Mendonorkan Darah. (Foto: Risty)
Stok Darah Golongan O dan B, PMI Kota Probolinggo Berharap Masyarakat Untuk Mendonorkan Darah. (Foto: Risty)

Menipisnya stok darah sendiri, dipicu oleh tingginya permintaan darah selama ramadan dan lebaran, dimana mencapai 700 kantong darah.

Kepala administrasi PMI, Kota Probolinggo, Daud Widodo mengatakan, kondisi stok 2 golongan darah di PMI setempat terus menipis. Diprediksi 3 hari kedepan, persediaannya sudah habis.

Namun demikian, untuk golongan darah A dan AB masih aman stoknya, selama satu minggu ke depan.

Baca  Pasutri Suguhkan Seks “Live” Bertarif Rp 5.000 untuk Anak-anak Resahkan Warga Tasikmalaya

“Memang saat ini masih ada, pendonor yang mendonorkan darahnya. Namun untuk golongan darah O dan B, itu yang terbatas,” terangnya, Kamis (13/6/2019).

Menurut Daud, faktor lainnya stok darah menipis karena banyaknya permintaan dari rumah sakit, yang menangani kasus kecelakaan selama arus mudik lebaran serta keperluan operasi.

“Selama ramadan dan lebaran, sebanyak 700 kantong darah ukuran 350 cc sudah tersalurkan ke yang membutuhkan. Dan untuk pendonor, jumlahnya sekitar 750 orang,” tandasnya.

Atas krisisnya stok darah, Daud berharap masyarakat berperan aktif dalam mendonorkan darahnya, guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara salah seorang pendonor, Ifaturodiya mengaku baru mengetahui, jika stok darah di PMI tengah krisis. Ia sendiri melakukan donor darah, setiap 3 bulan sekali.

“Baru tau stoknya menipis, semoga donor darah saya ini bisa membantu PMI dan warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Baca  VIDEO: Ponselnya Dibanting, Hijaber Menangis Mengaku PMI saat Rusuh 22 Mei, PMI: Dia Bukan Anggota PMI

Senada dikatakan pendonor lainnya, Mohammad Taufik Salam. Ia mengaku baru tahu stok darah habis di PMI, setelah mendapat informasi dari temannya.

“Taunya tadi pas dikabari teman, jadi saya lekas kisini untuk mendonorkan darah saya,” jelasnya.

Sekedar informasi, idealnya PMI semestinya menyediakan darah rata-rata 12 hingga 15 kantong sehari, untuk berbagai golongan darah. (Risty)

Kamis, 22 Agustus 2019