Home » Global » Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya
Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya. (foto: istimewa / Humas BNPB)
Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya. (foto: istimewa / Humas BNPB)

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya

QARAO.com, Jakarta – Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China pada Minggu (7/7/19) pukul 02.20 waktu setempat.

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya. (foto: istimewa / Humas BNPB)
Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya. (foto: istimewa / Humas BNPB)

Sebelum meninggal dunia, Sutopo Purwo Nugroho aktif di media sosial untuk membagikan rutinitasnya selama bekerja dan menjalani perawatan.

Kepala Pusdatinmas BNBP ini juga sempat menuliskan pesan haru melalui salah unggahan di akun instagramnya.

Dalam unggahan yang dibagikan akun instagram @sutopopurwo pada 13 Maret 2019 lalu, Sutopo Purwo Nugroho menuliskan pesan tentang tangisan.

Foto tersebut menampilkan Sutopo Purwo Nugroho yang sedang menitikkan air mata.

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya. (foto: Sutopo_PN)
Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Inilah Pesan Soal Orang Kuat yang Ditulisnya. (foto: Sutopo_PN)

Menurut Sutopo orang yang kuat bukanlah orang yang tidak pernah menangis.


Justru dengan menangis, kita bisa melepaskan semua beban yang mengganjal di hati.

“Orang kuat bukanlah orang yang tidak pernah menangis. Orang kuat adalah orang yang mengakui bahwa dirinya lemah,”

“Menangis adalah fitrah manusia jika ditimpa musibah. Menangis juga juga untuk melepaskan segala bebam yang ada di hati kita,”

Baca  Miris, Belum Dipakai Sudah Dicoret-Coret Aksi Vandalisme

“Tentu yang paling baik menangis sendirian di hadapan Sang Pencipta. Menangis dan menyesali semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan kepada diri sendiri maupun kepada Allah,”

Jika kita melakukan ini, sesungguhnya Allah tengah menurunkan limpahan rahmat dan nikmat yang tidak terhingga untuk diri kita,”

“Apalagi menangis di saat sedang bersujud. “Dan mereka bersujud sambil menangis dan mereka bertambah khusyu” (QS Al Israa’: 109),”


“Insya Allah jika setelah menangis di hadapan Allah, hati ini rasanya akan lebih tenang dan pikiran akan lebih terbuka,”

“Yakinlah bahwa Allah mendengar dan melihat tangisan kita,”

“Allah akan memberi jalan keluar yang terbaik kepada hambanya yang mau menyesali kesalahannya dan memohon pertolongan kepada-Nya, Menangislah!”

View this post on Instagram

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Telah Berpulang ke Rahmatullah Bapak Sutopo Purwo Nugroho @sutopopurwo , pada hari Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20 WIB. Kabar meninggalnya pak Sutopo kami terima dari pihak keluarga secara langsung dari istri beliau maupun melalui akun twitter putranya. Pak Sutopo meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan penyakit kanker yang dideritanya di St. Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, China, sejak 15 Juni 2019 yang lalu. Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan beberapa organ vital tubuh. Sejak beliau divonis kanker Desember akhir 2017, beliau masih terus gigih dalam melakukan upaya pengobatan maupun dalam menginformasikan berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia selama 2018 hingga pertengahan 2019. Bahkan beliau masih sempat melakukan konferensi pers secara bersinambungan pada saat terjadi bencana gempabumi Lombok dan gempabumi Palu ditengah rasa sakit yang menderanya. Kami, kita, semua merasa kehilangan pak Sutopo. Sosok yang terdepan dan gigih dalam menyampaikan informasi bencana di Indonesia. Mohon doanya dari #SahabatTangguh semoga amal ibadah almarhum selama hidupnya diterima di sisi Allah Swt dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini. Humas BNPB. . #sutopo #sutopopurwonugroho #sutopopurwo #ripsutopo #bnpb

A post shared by Qarao.com (@qaraocom) on


Sutopo meninggal dunia di usianya yang ke-49 tahun. Lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 7 Oktober 1969 silam, Sutopo mengawali karir di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sejak tahun 2010.

Memperoleh gelar S-1 Goegrafi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1993, Sutopo juga menjadi lulusan terbaik pada waktu itu. (tribunnews)

GlobalLeft Menu Icon