Home » Global » Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense
Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense (Ilustrasi Google: Reuters)
Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense (Ilustrasi Google: Reuters)

Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense

QARAO.com, Hanoi – Google baru saja mengeluarkan keputusan tak terduga. Raksasa pencarian internet itu memutuskan untuk tidak menerima iklan politik di layanan Adsense.

Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense (Ilustrasi Google: Reuters)
Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense (Ilustrasi Google: Reuters)

Hal tersebut diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Informasi itu didapatnya saat bertemu President Google Asia Pacific Karim Temsamani di World Economic Forum on ASEAN yang berlangsung di Hanoi, Vietnam.

Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense (Foto: Kominfo)
Tak Mau Terlibat Politik, Google Tidak Mau Menerima Iklan Politik di Layanan Adsense (Foto: Kominfo)

Dipaparkannya lebih lanjut, ada beberapa hal yang dibahas saat pertemuannya dengan Karim. Awalnya, mereka membicarakan pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Kemudian, keduanya lanjut membahas hal lain yang tak kalah penting. Google menyebutkan, pihaknya telah memutuskan untuk tidak menerima iklan politik.

Baca  VIDEO: Katedral Notre Damme Paris Terbakar

Keputusan ini memang cukup mengejutkan. Pasalnya, sejumlah negara memasuki tahun politik, salah satunya Indonesia pada 2019.

“Ini adalah kebijakan dari Google yang diambil untuk tidak masuk ranah politik. Saya apresiasi apa yang akan dilakukan Google,” kata Rudiantara saat ditemui usai peluncuran peluncuran Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).


Atas keputusan Google ini, Menkominfo akan membicarakan hal yang sama dengan pemilik platform lain. Hal ini dilakukan secepatnya karena perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat itu akan segera menjalankan keputusan tersebut.

“Fokusnya bagaimana meng-address fake news yang kemungkinan beredar iklan politik,” tutup Rudiantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GlobalLeft Menu Icon