Home » Pilihan » Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi
Surat yang ditulis Baiq Nuril. “Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi”
Surat yang ditulis Baiq Nuril. “Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi”

Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi

QARAO.com, Jakarta – Komika, Muhadkly Acho tampak mengunggah surat dari korban pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait putusan Mahkamah Agung (MA).

Surat itu diunggah Muhadkly Acho melalui akun Twitter-nya, @MuhadklyAcho, Rabu (14/11/2018).

Selain mengunggah surat yang ditulis Baiq Nuril Maknun pada Rabu (14/11/2018), Muhadkly juga mengunggah surat dari anak Baiq yang bernama Rafi.

Muhadkly mengatakan, anak Baiq Nuril selama ini mengetahui jika ibunya di sekolah, padahal Baiq Nuril berada di penjara beberapa waktu lalu.

Baca  Kabar Gembira untuk Guru Honorer, Jokowi Terbitkan PPPK yang Setara PNS

Dirinya berharap hati Presiden Jokowi tergerak ketika mendapat surat dari Baiq Nuril beserta anaknya itu.

Surat yang ditulis Baiq Nuril. “Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi”
Surat yang ditulis Baiq Nuril. “Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi”

“Yth bapak @jokowi

Saya mau sampaikan surat Ibu Nuril & anaknya buat bapak. Anaknya selama ini taunya Ibunya itu sekolah selama dipenjara bbrp waktu lalu. Semoga hati bapak tergerak. Ibu Nuril adalah korban pelecehan, dia tak layak dipenjara lagi & didenda 500jt #SaveIbuNuril,” tulis Muhadkly.

Surat yang ditulis Rafi, anak Baiq Nuril. “Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi”
Surat yang ditulis Rafi, anak Baiq Nuril. “Terancam Masuk Penjara dan Didenda Rp 500 Juta, Baiq Nuril Tulis Surat Mengharukan Untuk Jokowi”

Diketahui, nama Baiq Nuril Maknun (36) kini ramai menjadi perbincangan.


Hal ini karena Baiq Nuril menjadi korban pelecehan seksual yang malah divonis bersalah dan terancam dipenjara.

Baiq Nuril Maknun adalah mantan pegawai honorer bagian Tata Usaha di SMU 7 Mataram, NTB. Kasus Nuril berawal di tahun 2017 dengan kepala SMA di Mataram berinisial M, menelpon dan menceritakan pengalaman hubungan seksualnya dengan perempuan lain.

Baca  Pawai Budaya Yang Diikuti Ratusan Anak PAUD Dan TK Sisakan Masalah

Nuril kemudian merekam pembicaraannya untuk membuktikan dirinya tak memiliki hubungan dengan M.

Seorang rekan Nuril kemudian menyebarkan rekaman itu ke Dinas Pendidikan Kota Mataram dan pihak-pihak lain.

Tetapi kepala sekolah yang saat ini telah dipindahkan justru melaporkan Ibu Nuril ke polisi atas pelanggaran UU ITE.

Hakim kasasi Mahkamah Agung menyatakan bahwa Baiq Nuril Maknun bersalah atas sangkaan mendistribusikan atau mentransmisikan konten kesusilaan seperti yang termaktub dalam pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PilihanLeft Menu Icon