Home » Viral » Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan

Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan

QARAO.com, Parepare – Pernikahan dini antara Diva Almagfira (14) yang merupakan siswi kelas 1 SMP, bersama kekasihnya Muh Asnur Azis (16) yang masih duduk di bangku SMA kelas 1, menjadi topik hangat dibicarakan di sejumlah sosial media.

Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan (Foto: dok. keluarga mempelai)
Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan (Foto: dok. keluarga mempelai)

Foto-foto pasangan pengantin yang masih berusia belia ini pun viral di media sosial di Sulawesi Selatan.

Nurdiana, ibu dari mempelai pria mengungkapkan, anaknya pernah menyampaikan niatnya untuk menikahi Diva.

Namun, pihak keluarga tidak setuju, karena umurnya masih belia. Setelah pengakuan itu, orangtua kedua belah pihak melarang hubungan mereka.

Sang ibu Laki-laki, Nurdiana pun menceritakan, jika mereka masih ada hubungan kekerabatan.

“Masih keluarga pak,” ujarnya.

Keduanya pun sejak kecil sudah saling kenal dan sudah tiga tahun menjalin asmara.

Hanya saja sempat dilarang untuk saling berhubungan.

Sempat kita larang dulu berhubungan tetapi diam-diam mereka bertemu,” ujarnya.


Aksi protes pun dilakukan keduanya karena adanya pembatasan oleh keluarganya untuk menjalin hubungan.

Keduanya sempat meninggalkan rumah (silariang) dan menghilang selama delapan hari.

Baca  VIDEO: Anggota TNI AL Jaga Perbatasan Sambil Lantunkan Ayat Suci Al Quran

“Sempat menghilang nge-kost berdua di belakang Polsek Soreang. Kami bujuk untuk kembali ke rumah,” tutur dia.

Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan (Foto: dok. keluarga mempelai)
Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan (Foto: dok. keluarga mempelai)

Nurdiana mengaku, pernikahan dini anaknya dilakukan lantaran untuk menghindari zina.

“Kita hindari zina, apalagi hubungan mereka kan sudah lama, dan sering ketemu diam-diam. Jadi mending langsung dinikahkan,” ujarnya.

Ditanya status kedua pasangan tersebut pasca-menikah, Nurdiana mengatakan, mengikhlaskan anaknya putus sekolah, dan mesti mencari kerja agar dapat menafkahi istrinya.

“Harus mi berhenti sekolah, dan segera cari kerja. Dia (Asnur) sudah jadi suami, dan punya tanggung jawab menafkahi istrinya,” ujarnya.

Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan (Foto: dok. keluarga mempelai)
Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Dilangsungkan (Foto: dok. keluarga mempelai)

Pernikahn dini antara Diva dan Asnur dilangsungkan di Sidrap, Minggu, 3 Maret 2019, dilanjutkan pesta di kediaman mempelai laki-laki di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Saat ini surat-surat pernikahannya masih dalam pengurusan. Pihak KUA setempat menolak, dan ditangani Pengadilan Agama.

Berikut ini kompilasi foto pernikahan siswi kelas 1 SMP di Parepare:

View this post on Instagram

Tiga Tahun Pacaran dan Sempat Silariang, Pernikahan Dini Siswi Kelas 1 SMP di Parepare Terpaksa Dilakukan QARAO.com, Parepare – Pernikahan dini antara Diva Almagfira (14) yang merupakan siswi kelas 1 SMP, bersama kekasihnya Muh Asnur Azis (16) yang masih duduk di bangku SMA kelas 1, menjadi topik hangat dibicarakan di sejumlah sosial media. Foto-foto pasangan pengantin yang masih berusia belia ini pun viral di media sosial di Sulawesi Selatan. Nurdiana, ibu dari mempelai pria mengungkapkan, anaknya pernah menyampaikan niatnya untuk menikahi Diva. Namun, pihak keluarga tidak setuju, karena umurnya masih belia. Setelah pengakuan itu, orangtua kedua belah pihak melarang hubungan mereka. Sang ibu Laki-laki, Nurdiana pun menceritakan, jika mereka masih ada hubungan kekerabatan. "Masih keluarga pak," ujarnya. Keduanya pun sejak kecil sudah saling kenal dan sudah tiga tahun menjalin asmara. Hanya saja sempat dilarang untuk saling berhubungan. Sempat kita larang dulu berhubungan tetapi diam-diam mereka bertemu," ujarnya. Aksi protes pun dilakukan keduanya karena adanya pembatasan oleh keluarganya untuk menjalin hubungan. Keduanya sempat meninggalkan rumah (silariang) dan menghilang selama delapan hari. "Sempat menghilang nge-kost berdua di belakang Polsek Soreang. Kami bujuk untuk kembali ke rumah," tutur dia. Nurdiana mengaku, pernikahan dini anaknya dilakukan lantaran untuk menghindari zina. “Kita hindari zina, apalagi hubungan mereka kan sudah lama, dan sering ketemu diam-diam. Jadi mending langsung dinikahkan,” ujarnya. Ditanya status kedua pasangan tersebut pasca-menikah, Nurdiana mengatakan, mengikhlaskan anaknya putus sekolah, dan mesti mencari kerja agar dapat menafkahi istrinya. “Harus mi berhenti sekolah, dan segera cari kerja. Dia (Asnur) sudah jadi suami, dan punya tanggung jawab menafkahi istrinya,” ujarnya. Pernikahn dini antara Diva dan Asnur dilangsungkan di Sidrap, Minggu, 3 Maret 2019, dilanjutkan pesta di kediaman mempelai laki-laki di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Saat ini surat-surat pernikahannya masih dalam pengurusan. Pihak KUA setempat menolak, dan ditangani Pengadilan Agama. (rnd)

A post shared by Qarao (@qaraocom) on

(rnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ViralLeft Menu Icon