Home » Terkini » Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
TOGA DAN TOMAS CIREBON TOLAK PEOPLE POWER DAN AJAK MASYARAKAT JAGA PERSATUAN (Foto: Charles)

Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

QARAO.com, Cirebon – Sejumlah Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyatakat (Tomas) Kota Cirebon mengimbau kepada masyarakat untuk menunggu hasil Pemilu 2019 berdasarkan keputusan KPU tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

“Kita serahkan semua hasilnya kepada KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2019, dan mari kita jaga persatuan dan persaudaraan umat,” ucap Didi Suhardi yang merupakan Ketua DKM Masjid Nurrohman sekaligus tokoh agama RW 07 Kesunean Utara, Kelurahab Kesepuhan, Kota Cirebon.

Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan (Foto: Charles)
Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan (Foto: Charles)

Ditambahkan Didi, bahwasannya Pemilu telah selesai di selenggarakan dengan jujur, adil dan transparan .

Dengan maraknya diberbagai media sosial akan ajakan People Power dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Cirebon untuk tetap menjaga situasi dan kondusifitas keamanan dan ketertiban terutama di bulan Ramadhan yang penuh barokah.

Baca  Multaqa Ulama Kabupaten Cirebon Menyatakan Sikap Menolak People Power
Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan (Foto: Charles)
Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan (Foto: Charles)

“Mari kita bersama-sama dan percayakan semuanya kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU, dan apabila terdapat akan kecurangan-kecurangan semuanya bisa dilakukan melalui jalur hukum,”ajaknya.

Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan (Foto: Charles)
Toga dan Tomas Cirebon Tolak People Power dan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan (Foto: Charles)

Imbauan senada juga disampaikan oleh Muhadin tokoh agama Desa Buyut, Kecamatan Gunungjati, Cirebon yang menurutnya ajakan People Power kurang tepat dan hanya merusak persatuan dan kesatuan ummat.

Seperti diketahui, pernyataan People Power menyeruak pasca pemungutan suara pada 17 April. Kondisinya makin memanas pasca calon presiden Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil Pemilu, padahal pengumuman resmi hasil Pemilu baru digelar pada 22 Mei.

“KPU sekarang sedang melaksanakan tugasnya merekapitulasi hasil suara dan akan diumumkan pada 22 Mei 2019. Tidak usah diganggu, tunggu saja hasil resmi, kalaupun ada kecurangan, ada mekanisme hukum yang mengatur. Tidak usah disampaikan di jalanan, langsung sampaikan secara proporsional,” kata Ahamad Cisyanto Ketua DKM Masjid Baiturrohman Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung jati, Cirebon.

Baca  Jaga Kedaulatan NKRI yang Konstitusional, Para Tokoh Cirebon Tolak Gerakan People Power

“Mari kita dukung penuh kinerja KPU dan kita bersama-sama menunggu hasilnya nanti pada tanggal 22 Mei mendatang dan kita semua harus menerima apapun hasilnya nanti yang diputuskan KPU demi persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang kita cinta,” imbuhnya.

. (Charles)

Jum'at, 20 September 2019