Home » Opini » Tugas Berat Bagi KPPS
Tugas Berat Bagi KPPS. (Foto: istimewa)
Tugas Berat Bagi KPPS. (Foto: istimewa)

Tugas Berat Bagi KPPS

Oleh: Satori

Alumni Fisip Universitas Jember

 

Tugas Berat Bagi KPPS

 

Pemilu 2019 nanti tentunya cukup rumit dan butuh konsentrasi penuh terutama pada pelaksanaan pemungutan suara dan pengihitungan suara di TPS, disaat pengisian berita acara dimana KPPS diharapkan bisa menjaga stamina agar tidak kelelahan pada saat pengisian administrasi berita acara yang begitu banyak.

Ketika KPPS dalam kondisi kelelahan biasanya kerap terjadi kesalahan dan perselisihan pada penghitungan suara ditingkat selanjutnya.

Teknis pemilu yang begitu banyak menjadi perhatian serius bagi KPPS, terutama pada persoalan pemberian surat suara kepada pemilih yang pindah memilih.

Berdasarkan UU nomor 7 tahun 2017 pasal 348 ayat 4 tidak semua pemilih bisa mendapatkan surat suara yang sama yakni, surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Baca  Pribadi yang "Merdeka"

Sebab ada kalanya pemilih hanya mendapatkan satu surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden jika pemilih yang bersangkutan merupakan pemilih pindahan bukan pada daerah pemilihan anggota DPR, DPD maupun DPRD pemilih tersebut.

Sederhananya pemilih yang pindah memilih antar Provinsi hanya diperbolehkan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Kalau pemilih pindah memilih antar Kabupaten hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR dan DPD saja.

Otomatis hal ini memerlukan kejelihan dan ketelitian anggota KPPS agar tidak menyalahi regulasi yang ada.


Penyelenggara pemilu 2019 ditingkat KPPS dituntut untuk mampu bekerja cerdas dan profesional sesuai dengan perintah PKPU No 36 tahun 2018.

Baca  Program Desa Wisata Akan Meningkatkan Ekonomi Lumajang

Pemilu 2019 sangat berbeda dengan pemilu pada era-era sebelumnya. Di pemilu 2019 ini tantangannya lebih berat, karena pelaksanaannya dilakukan dengan serentak antara pemilu legislatif dan eksekutif (pilpres).

Pemilu yang digabung jadi satu baru kali ini akan dilakukan pada bulan april 2019 nanti. Dua agenda pemilu yg dilaksanakan secara bersamaan tentunya memiliki permasalahan yang lebih rumit dibanding pemilu sebelumnya.

Indonesia pernah sukses melaksanakan pemilu Presiden dan pemilu legislatif secara langsung, hingga pilkada serentak. Namun, ketiganya dilakukan secara terpisah dan rentang waktu yang berbeda. Belum ada pengalaman ketiga pemilu digabung jadi satu, ini akan menjadi tatangan dan pengalaman tersendiri bagi Indonesia.

Waktu untuk mempersiapkan agenda pemilu 2019 tinggal dua bulan lagi tapi bukanlah waktu yg lama untuk mempersiapkan agenda besar tersebut.

Baca  Ber-Amar Ma’ruf yang “Santun”

Semoga tantangan berat ini para penyelenggara pemilu serentak 2019 bisa menjalankan tahapan dengan baik. Namun, dengan niat baik untuk menjadi pejuang demokrasi serta sinergi yang kuat kepada semua pihak, bukan hal yang mustahil penyelenggara pemilu 2019 bisa benar-benar berjalan sesuai harapan kita semua.

Yaitu pemilu yang jujur dan adil serta demokratis. Intinya, sukses tidaknya pemilu 2019 nanti sangat ditentukan oleh niat baik para penyelenggara pemilu ditingkat KPPS.

Masyarakat Indonesia sangat berharap pemilu serentak 2019 yang pertama kali dilaksanakan ini bisa berjalan lancar dan bisa melahirkan pemimpin yang amanah.

Penulis adalah anggota penyelenggara pemilu. Alumni Fisip Unej.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OpiniLeft Menu Icon