Home » Terkini » VIDEO: Banjir di Kota Malang Akibat Dam Air UMM Terbuka

VIDEO: Banjir di Kota Malang Akibat Dam Air UMM Terbuka

QARAO.com, Malang – Banjir yang melanda Kota Malang, Senin sebagai akibat tidak ditutupnya dam air di kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sehingga debit air sungai tidak mampu menampung, bahkan menggelontor ke bawah, kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Banjir di Kota Malang Akibat Dam Air UMM Terbuka
Banjir di Kota Malang Akibat Dam Air UMM Terbuka

Sutiaji di Malang, Senin mengemukakan setelah dilakukan pemetaan dan pendataan penyebab banjir di sebagian wilayah Kota Malang, ternyata karena Dam UMM tidak ditutup dan air meluap, ditambah hujan yang sangat deras.

“Selain Dam UMM terbuka, berbagai jenis sampah yang dibuang ke sungai menyebabkan saluran air tersumbat. Dan, jumlah sampah yang dibuang ke sungai itu jumlahnya tidak main-main. Saya sudah perintahkan agar dinas terkait segera menanganinya dan masyarakat juga tidak membuang sampah di sungai,” ucap Sutiaji.

View this post on Instagram

Detik-detik Banjir di Malang. #banjir #banjirmalang Temukan informasi tercepat dan menarik di www.QARAO.com


A post shared by Qarao (@qaraocom) on

Pada kesempatan itu Sutiaji atas nama pemerintah daerah juga meminta maaf kepada warga Kota Malang dan seluruh warga terdampak.

“Saya juga sudah instruksikan agar seluruh dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya,” kata Sutiaji.

Menurut dia, cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi, dan tidak hanya melanda Kota Malang, tetapi juga beberapa daerah lain di Tanah Air.

Sementara itu, Plt Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Handi Priyanto menyampaikan personel BPBD sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan terkait dengan bencana yang terjadi.

Selanjutnya kegiatan yang dilakukan adalah mengevakuasi korban terdampak dan pemberian bantuan darurat yang diperlukan serta melakukan penyedotan daerah-daerah yang tergenang.

Namun, karena keterbatasan personel dan sarana prasarana, maka dilakukan secara maksimal sebatas kemampuan. “Sementara ini 90 persen personel dibantu relawan  fokus di gribig gang 1 terkait anak hanyut dan lainnya di titik-titik banjir,” kata Handi.

Hujan lebat mengguyur pada Senin sore (10/12) menyebabkan beberapa titik wilayah di Kota Malang tergenang air dengan cukup parah. Di antaranya di kawasan Sukarno Hatta, Jalan Gajayana, Bantaran, serta kejadian pohon tumbang di Arjosari dan Merjosari, longsor yang membuat dua kendaraan ambles ke tanah di Bukirsari dan kawasan Telagawangi, serta restoran Ringin Asri. (antara)

Baca Juga  Untuk Penguatan Kapasitas Desa, Perlu Memaksimalkan PID
TerkiniLeft Menu Icon