VIDEO: Beli Sapi Pakai Uang Palsu, Pengedar Upal Asal Bojonegoro Ditangkap Polisi

QARAO.com, Probolinggo – Mukhammad Mundhofar (50), Warga Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro akhirnya dibekuk kepolisian resort Probolinggo kota, setelah terbukti mengedarkan uang palsu.

Dari informasi dihimpun, Sebelumnya tersangka mengedarkan Upal nya, dengan cara membeli sebuah dua ekor sapi milik Sujono (45) warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo pada 28 Juli 2019.

Lantaran merasa tak curiga, Sujono kemudian menyerahkan kedua sapinya seharga Rp 44 juta. Namun tersangka tak membayarnya lunas, hanya memberikan uang senilai Rp 30,5 juta dengan pecahan uang kertas seratus ribu (Upal). Dan sisa pembayaran, tersangka janjikan akan dibayarkan menyusul.

Baca  Musim Kemarau Warga Desa di Probolinggo Kesulitan Air, BPBD Droping Air Bersih Seminggu 3 Kali

Berhasil membelanjakan uang palsunya, tersangka kemudian pergi membawa sapi yang telah didapatnya. Sementara korban akhirnya tersadar, jika uang yang diterimanya adalah palsu, setelah mencoba menggunakan uang tersebut untuk belanja barang.

Tersadar telah ditipu, korban Sujono lantas melakukan laporan polisi sekitar 10 Agustus 2019, sampai akhirnya dilakukan penangkapan.

Sementara kepada petugas, tersangka Mukhammad mengaku, jika Upal yang dimilikinya berasal dari seorang bernama Wadi, Warga Blora.

Beli Sapi Pakai Uang Palsu, Pengedar Upal Asal Bojonegoro Ditangkap Polisi. (Foto: Risty)
Beli Sapi Pakai Uang Palsu, Pengedar Upal Asal Bojonegoro Ditangkap Polisi. (Foto: Risty)

“Jadi waktu ketemu dengan Wadi di areal terminal Bojonegoro lalu, saya diminta untuk membelanjakan uang yang diberinya agar dibelikan sapi. Saya mau melakukannya, karena katanya tujuannya untuk kemaslahatan,”ungkap Mukhammad, Selasa (8/10/19).

Baca  Jaga Silaturahmi Dan Kantibmas, Polres Probolinggo Kota Bersama TNI Dan ASN Pemkot Gelar Jalan Sehat

Wakapolresta Probolinggo, Kompol Imam Pauji mengatakan, tersangka ditangkap lantaran terbukti mengedarkan uang palsu. Pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan, guna mengetahui apakah pelaku masuk dalam jaringan edar uang palsu.

“Yang jelas, kami akan kembangkan kasus ini. Dan saya imbau, agar masyarakat waspada dan hati-hati dengan peredaran uang palsu,”jelasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 36 ayat 2 dan 3, tentang peredaran uang palsu dengan ancaman hukuman penjara paling lama sekitar 15 tahun.

[risty]

— via qarao-post

Selanjutnya

Serangan Ulat Jengkal, Babinsa Desa Randuputih Peduli Situasi Terhadap Wilayahnya Langsung Ikut Memantau Bersama Dinas Pertanian. (Foto: Risty)

Serangan Ulat Jengkal, Babinsa Desa Randuputih Peduli Situasi Terhadap Wilayahnya Langsung Ikut Memantau Bersama Dinas Pertanian

QARAO.com, Probolinggo – Seiring dengan belum datangnya musim hujan hingga pergantian tahun 2020 ini, membuat …

31806711 A337 446A AAE3 A9D28D423335

VIDEO: Memberikan Rasa Aman Malam Tahun Baru, Polres Manggarai NTT Gelar Patroli Skala Besar

Baca  Jaga Silaturahmi Dan Kantibmas, Polres Probolinggo Kota Bersama TNI Dan ASN Pemkot Gelar Jalan …

Kamis, 27 Februari 2020