Home » Terkini » VIDEO: Kisah Pilu Adit, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami Namun Kini Harus Hidup Sebatang Kara

VIDEO: Kisah Pilu Adit, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami Namun Kini Harus Hidup Sebatang Kara

QARAO.com, Lampung – Tsunami Banten dan Lampung yang terjadi Sabtu (22/12/2018) lalu masih menyisakan sederet kisah pilu, salah satunya yang menimpa Adit, pesepakbola cilik asal Lampung.

Sosok Adit, pesepakbola cilik asal Lampung yang lolos dari tsunami Banten dan Lampung menyita perhatian netizen lantaran sempat viral di media sosial.

Kisah Pilu Adit, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami Namun Kini Harus Hidup Sebatang Kara
Kisah Pilu Adit, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami Namun Kini Harus Hidup Sebatang Kara

Adit berhasil lolos dari tsunami Banten dan Lampung lantaran pesepakbola cilik asal Lampung itu tengah kompetisi sepakbola di luar kota.

Namun nahas, seluruh anggota keluarganya justru menjadi korban tersapu gelombang Selat Sunda hingga bocah laki-laki itu kini harus hidup sebatang kara.

Kabar soal Aditia diunggah oleh akun Facebook Eris Riswandi pada Kamis (27/12/2018). Menurut keterangan di postingannya, Aditia adalah seorang siswa kelas VI SD.

Baca  Warga Kelurahan Sukabumi Gelar Kirab Gunungan Dan Pawai Budaya Lokal
Kisah Pilu Adit, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami Namun Kini Harus Hidup Sebatang Kara
Kisah Pilu Adit, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami Namun Kini Harus Hidup Sebatang Kara

Dalam video tersebut, sang polisi asal daerah Karang, Lampung ini meminta Adit untuk memanggilnya ‘Papi’.

“Panggilnya Papi aja ya,” ucap sang bapak polisi ini sambil mengelus punggung Adit. Ia juga memberi tahukan alamatnya kepada Adit, sehingga Adit bisa berkunjung ke rumahnya.

“Rumah Papi kan di Karang, nanti kalau Adit ke Karang, Adit telpon ya? Nanti kalau Papi memang lagi nggak tugas nanti bisa temuin Adit,” tuturnya.

Berdasarkan penuturan sang polisi di video tersebut, Adit sempat menunjukkan gelagat tak biasa, yakni kerap melamun.

“Harus semangat ya. Jangan melamun. Papi ke sini liat Adit melamun,” ucapnya sambil terus menenangkan bocah laki-laki itu.

Ia juga meminta Adit untuk tegar dan terus semangat, serta mendoakan ibu dan bapaknya yang menjadi korban tsunami.

“Banyak doa. Kirim doa buat ibunya buat adiknya,” imbuhnya.

Saat kejadian tsunami, ia sedang mengikuti invitasi sepakbola timnas U-13 prapenyisihan tingkat Asia di luar kota.

Tak disangka, inilah yang membuatnya lolos dari bencana tersebut.

Sayangnya, nasib berbeda dialami oleh orang tua dan kedua adiknya.

Saat Adit pulang, ia syok melihat kondisi rumahnya yang luluh lantak diterjang tsunami.

Meski begitu, berdasarkan info yang dibagikan Eris Riswandi hingga postingan tersebut diunggah, Adit belum mengetahui ibu dan adiknya sudah meninggal lantaran tak ada yang tega memberitahunya.

Sedangkan sang ayah juga belum diketahui keberadaannya.

Lewat postingannya, Eris bahkan menyebut Adit memilih untuk menyimpan makanan yang diterima di pengungsian.

“Setiap kami memberikan snack, biskuit, susu kotak selalu disimpan dan dimasukin ke dalam tas nya, ‘Ini untuk adek’,” tulisnya menirukan ucapan Adit. (grid)

Selasa, 20 Agustus 2019