Home » Pilihan » VIDEO: Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri

VIDEO: Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri

QARAO.com, Kediri – Nama “Karni”, pasti banyak yang berpikir pada sosok host dan acara di salah satu stasiun televisi, yaitu Karni Ilyas. Tapi sosok yang satu ini berbeda, hanya nama saja yang mirip, Pelda Karni, Babinsa Koramil Gampengrejo. Ia memanfaatkan lahan miliknya seluas 1.750 meter persegi untuk ditanami genitri. senin (8/4/19).

Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri (Foto: Dodik)
Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri (Foto: Dodik)

Pada ketinggian 67 mdpl (meter diatas permukaan laut) dan berlokasi di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, tanaman genitri berbagai ukuran dan usia tumbuh subur tanpa mengenal musim hujan maupun kemarau.

Menurut Supanudi yang tidak lain adalah tetangga Pelda Karni, sekaligus petani genitri yang sudah lebih dulu menanamnya, kelebihan genitri dibanding yang lain, tanaman ini mempunyai nilai ekonomi yang lumayan tinggi, terutama buah atau bijinya yang ternyata menjadi salah satu komoditi ekspor.

Baca  Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang Viral, Ini Kata Direkturnya

Penjualan buah atau biji, dikatakan Supanudi, mampu mengubah kondisi ekonomi orang-orang yang sebelumnya pas-pasan dan mereka bisa meraup omset jutaan rupiah sekali panen. Keuntungan lainnya, tanaman tersebut dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, dari dataran rendah hingga lereng perbukitan.

Setelah buah dipetik, lalu kulitnya dikelupas semua alias tinggal bulatan batok dan selanjutnya biji tersebut dikeringkan. Biji tersebut dibutuhkan untuk bahan penyamak kulit dan bahan penelitian obat, serta kelengkapan alat peribadatan umat, diantaranya sebagai alat hitung doa, tasbih, rosario dan mala.

Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri (Foto: Dodik)
Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri (Foto: Dodik)

Sebatang pohon, dijelaskan Supanudi bisa menghasilkan buah atau biji sekitar 5.000 hingga 6.000 butir pada panen perdana.

Untuk eceran, rata-rata biji genitri berdiamter 5 milimeter dijual per 100 butir dalam kemasan plastik, sedangkan untuk penjualan besar, dijual per 1.000 butir dalam kemasan plastik ukuran besar.

Baca  ABM Motorsport Siap Kembali Jawarai ISSOM 2019

Sebenarnya, tanaman ini banyak sekali dijumpai di pinggir-pinggir jalan, entah itu sengaja ditanam atau tumbuh secara liar alias tanpa ada orang yang menanamnya.

Namun, banyak yang kurang mengetahui potensi tanaman yang satu ini. Faktanya, tanaman yang satu ini memang belum banyak diketahui secara luas nilai nominal rupiahnya apabila dibudiayakan, sekaligus dijual.

Menurut Supanudi, bibit yang akan ditanam sebaiknya dipilih dari bibit hasil cangkokan batang dari pohon jenis super yang sudah pernah berbuah, dan bibit dari hasil sambung antara batang hasil semaian biji dengan pucuk batang yang berasal dari bibit jenis super yang sudah pernah berbuah.

Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri (Foto: Dodik)
Membidik Potensi Tersembunyi Budidaya Genitri (Foto: Dodik)

Saat penanamannya, sebaiknya menggunakan campuran dari pupuk NPK dan PONSKA yang disesuaikan dengan kesuburan tanah. Saat musim kemarausebaiknya tanah disiram air supaya pupuk larut dalam tanah, biarkan beberapa hari.

Baca  Daftar Bursa Menteri Muda Jokowi Beredar, Ferdinand: Ada yang Belum Layak

Kemunculan bunga atau tanda-tanda umum pada tanaman, dijelaskan Supanudi, bunga akan bermunculan pada dahan dan ranting tidak secara serempak, melainkan secara bertahap.

Secara umum, tanaman ini berbuah sekali dalam satu tahun atau satu musim. Namun jika dilakukan perawatan dengan baik dan tepat, tanaman dapat berbuah sepanjang tahun secara susul menyusul.

Lahan yang tidak sebegitu luas dan hanya 3.500 meter persegi, dulunya semua lahannya ditanami rumput gajah untuk memasok kebutuhan pakan ternak, khususnya sapid an sebagian kecil tanaman ketela pohon. Namun, setelah mengetahui potensi tanaman genitri, separoh lahan dimanfaatkan Pelda Karni untuk menanam genitri.

https://youtu.be/HyWUC-IyU6c

(dodik)

Sabtu, 19 Oktober 2019