Home » Inform » VIDEO: Oknum Guru Bimbel di Kota Mataram, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur
Oknum Guru Bimbel di Kota Matara, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur. (Foto: Kautsar)
Oknum Guru Bimbel di Kota Matara, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur. (Foto: Kautsar)

VIDEO: Oknum Guru Bimbel di Kota Mataram, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur

QARAO.com, Mataram – Tersangka pelaku pencabulan terhadap tujuh orang anak, berinisial ECF, berhasil ditangkap team Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda NTB.

Pelaku berinisial ECF, laki-laki, 30 tahun, kelahiran Cianjur Jawa Barat, merupakan salah seorang oknum guru yang mengajar di salah satu bimbingan belajar terkemuka di Kota Mataram, bertempat tinggal di Jalan Pejanggik Nomor 82, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, ia tega mencabuli tujuh orang anak di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol. Kristiaji, menjelaskan modus operandi yang dilakukan pelaku ECF, adalah memfasilitasi tujuh orang anak dengan memberikan HP miliknya untuk menonton film porno dan bermain Facebook. Senin (29/7/19).

Baca  VIDEO: Akhirnya, Walikota Dan Wakil Walikota Disaksikan Seluruh OPD Pemkot Probolinggo Melantik PLT Sekda
VIDEO: Oknum Guru Bimbel di Kota Mataram, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur. (Foto: Kautsar)
VIDEO: Oknum Guru Bimbel di Kota Mataram, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur. (Foto: Kautsar)

“Setelah anak-anak terpancing dengan adegan film porno yang ada di HP miliknya, pelaku kemudian merayu dan mencabuli tujuh orang anak tersebut secara terpisah,” ujar Kristiaji.

Usai mencabuli korban, pelaku ECF lantas kemudian memberikan uang kepada masing-masing anak mulai dari Rp. 10 ribu, Rp. 20 ribu Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu.

VIDEO: Oknum Guru Bimbel di Kota Mataram, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur. (Foto: Kautsar)
VIDEO: Oknum Guru Bimbel di Kota Mataram, Cabuli 7 Bocah di Bawah Umur. (Foto: Kautsar)

Pelaku ECF ditangkap Kamis, 25 Juli 2019 lalu, di salah satu tempat bimbingan belajar swasta di Kota Mataram oleh Subdit IV Direskrimum Polda NTB.

Tujuh anak yang masih di bawah umur tersebut, berinisial, PTG, PD, FD, SP, RJ dan AL semua laki-laki berumur 14 tahun dan satu orang diantaranya berinisial AY yang masih berumur 13 tahun. Tujuh korban semua warga Kota Mataram.

Baca  Eksplorasi Seputar Sapi Kurban Jelang Hari Raya Idul Adha

Atas perbuatannya, ECP kini masih dalam proses pemeriksaan dan pelaku akan diganjar melanggar pasal 82 ayat 1 atau pasal 2 Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling rendah 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda sebanyak-banyaknya Rp. 5 miliar.

[kautsar]

Sabtu, 19 Oktober 2019