Home » Terkini » VIDEO: Pembagian Kios Pasar Belimbing Tak Adil, Pedagang Cemas Tak Bisa Jualan
Pedagang Pasar Belimbing Padang Tolak Pembagian Kios (Foto: istimewa)
Pedagang Pasar Belimbing Padang Tolak Pembagian Kios (Foto: istimewa)

VIDEO: Pembagian Kios Pasar Belimbing Tak Adil, Pedagang Cemas Tak Bisa Jualan

QARAO.com, Padang – Pembagian kios di Pasar Belimbing menuai polemik. Kemarin (3/1/2019), sejumlah pedagang protes karena belum mendapat jatah kios, padahal mereka sudah berjualan cukup lama.

Pedagang menilai, proses pencabutan nomor lot yang dilakukan Rabu (2/1/2019) tidak berjalan adil. Pasalnya ada satu pedagang yang mendapatkan kios lebih dari satu. Serta adanya pedagang yang selama ini tidak pernah berjualan di Pasar Belimbing, namun tiba-tiba mendapatkan kios pascapembangunan.

Pembagian Kios Pasar Belimbing Tak Adil, Pedagang Cemas Tak Bisa Jualan (Foto: istimewa)
Pembagian Kios Pasar Belimbing Tak Adil, Pedagang Cemas Tak Bisa Jualan (Foto: istimewa)

Menyikapi hal itu, Dinas Perdagangan Kota Padang membatalkan hasil pencabutan nomor lot dan melakukan penempatan ulang pedagang kemarin. 

“Hasil pencabutan nomor lot yang sebelumnya kita batalkan dan tidak sah. Karena ada data yang tidak akurat,” sebut Kepala Dinas Perdagangan Endrizal di hadapan ratusan pedagang, kemarin.

Penempatan pedagang itu selanjutnya langsung dilakukan oleh Endrizal. Ia memprioritaskan pedagang yang berjualan di kios darurat pinggir jalan untuk menempati kios. 

Hal itu bertujuan agar kios darurat yang memakan badan jalan bisa dibuka sehingga kendaraan roda empat bisa melintasi jalur utama Pasar Belimbing itu.


Terpantau lebih dari 100 pedagang menunggu kepastian dari dinas terkait untuk bisa menempati kios. Sementara penempatan pedagang tidak dilakukan dengan mencabut nomor lot. 

Pada kesempatan itu, Endrizal langsung menyurvei pedagang apakah betul pernah berdagang di kios atau di lapak. 

Ratusan pedagang lainnya menjadi hakim apakah benar pernah di kios atau di lapak.

Meski begitu, pedagang lainnya masih cemas takut tidak kebagian kios karena mengetahui jumlah kios terbatas sementara pedagang jumlahnya ratusan. 

Mardalini, 54, misalnya. Ia sudah berjualan puluhan tahun di pasar tersebut dengan menempati sebuah kios. 

Namun kios yang sebelumnya ia tempati tidak lagi menjadi miliknya karena penempatan ditentukan langsung oleh kepala dinas. Ia hanya bisa pasrah dan berharap, bisa menempati kios yang baru untuk berjualan.

“Kios darurat yang saya tempati ini sangat sempit dan kecil. Kalau bisa saya ingin kios yang permanen agar berjualan bisa nyaman,” ujarnya. 

Hal senada juga dikatakan, Afrizal, 40. Ia cemas bila tidak mendapatkan kiosnya kembali. Kini lokasi yang dulu ia tempati sudah ditentukan pedagangnya.

“Saya juga belum dapat kios. Jika tidak kebagian berarti kami harus menunggu pembangunan kios selanjutnya,” sebut penjual beras ini. 

Hamidah, 53, mengaku juga tidak mendapatkan kios baru. Dia menyebut sudah berjualan di Pasar Belimbing semenjak tahun 1990-an.

“Kami berharap, Dinas Perdagangan segera menyelesaikan masalah ini. Karena, sebagian besar kami yang tidak mendapatkan kios atau lapak ini sudah didata sebelumnya,” jelas Hamidah. 

Informasi yang dihimpun dari Dinas Perdagangan, jumlah kios baru yang ada di Pasar Belimbing berjumlah 112 kios. 

Sementara jumlah pedagang yang ada lebih dari 150 orang. Karena itu pedagang mengaku cemas bila tidak mendapatkan tempat berjualan.

Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal memastikan seluruh pedagang yang telah didata dan selama ini berjualan di lokasi tersebut akan mendapatkan jatah kios atau lapak. “

Saat ini kami masih mencocokkan data dengan para pedagang yang akan mendapatkan kios atau lapak. Jadi kami mohon kepada pedagang untuk bersabar dan jangan terpengaruh oleh isu yang tidak benar,” katanya.

Endrizal menyebut ada 112 kios dan 114 lapak yang akan dibagikan kepada pedagang. Dipastikan, seluruh pedagang sudah menempati lapak maupun kios paling lambat Sabtu (5/1/2019). 

“Pedagang yang akan menempati lapak atau kios, kami periksa dengan teliti dengan menampilkan pedagang tersebut di depan umum. Bagi pedagang yang berbohong akan ketahuan sendirinya,” bebernya.

Endrizal menegaskan, pedagang yang sebelumnya berjualan di kios dipastikan akan menempati kios. 

Namun, karena jumlah kios terbatas pedagang yang tidak mendapatkan kios diharapkan bersabar dan menunggu pembangunan pasar tahap selanjutnya. 

“Jadi jangan cemas, karena pembangunan tahap berikutnya masih ada. Duitnya sudah ada, Februari ini tinggal membangun saja,” sebut Endrizal di hadapan ratusan pedagang. (padek) 

Baca Juga  Polisi Polair Polres Probolinggo Masih Berkoordinasi dengan Pihak Polres Pamekasan dan Sampang Madura
TerkiniLeft Menu Icon