Home » Pilihan » VIDEO: Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi
Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi. (Foto: IG suparnojumar)
Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi. (Foto: IG suparnojumar)

VIDEO: Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi

QARAO.com, Bogor – Limbah medis kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) masih diterus di temukan dalam aliran sungai Ciliwung. Seperti yang ditemukan di perbatasan Kebon Jukut, Sukasari, Bogor Timur, Kota Bogor. Kamis (4/7/19).

Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi. (Foto: IG @suparnojumar)
Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi. (Foto: IG @suparnojumar)

Lurah Babakan Pasar Rena Da Frina beserta tim menemukan sampah medis itu dalam jumlah lebih banyak dari pada temuan-temuan sebelumnya yang pernah ditemukan relawan @tjiliwoeng. 

Sampah medis yang termasuk berbahaya ini ditemukan saat dilakukan pembersihan aliran sungai.

Limbah medis B3 merupakan ancaman sangat serius terhadap kesehatan sungai, lingkungan dan masyarakat di sekitar DAS Ciliwung.

Diketahui, pada 23 Juni 2019, sampah medis pun ditemukan dialiran Sungai Ciliwung di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi. (Foto: IG @suparnojumar)
Pembuangan Limbah Medis B3 ke Aliran Sungai Ciliwung Terjadi Lagi. (Foto: IG @suparnojumar)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun segera turun tangan untuk menyelidiki keberadaan limbah medis ini.

Luckmi Purwandari selaku Direktur Pengendalian Pencemaran Air Kementerian Lingkungan dan Kehutanan mengatakan, temuan tersebut  masuk dalam kategori limbah bahan beracun dan berbahaya dari fasilitas kesehatan. 

Direktorat Pengendalian Pencemaran Air akan segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan  Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK untuk segera menyelidiki temuan tersebut.

View this post on Instagram

LIMBAH Medis kategori B3 masih diterus di temukan dalam aliran sungai Ciliwung. Seperti yang ditemukan di perbatasan Kebon Jukut, Sukasari, Bogor Timur, Kota Bogor. Kamis, 4 Juli 2019 Lurah Babakan Pasar @renadf beserta tim menemukan dalam jumlah lebih banyak dari pada temuan-temuan sebelumnya yang pernah ditemukan relawan @tjiliwoeng Ancaman sangat serius terhadap kesehatan sungai, lingkungan dan masyarakat di sekitar DAS Ciliwung. Kredit video @renadf via @suparnojumar . Baca selengkapnya di https://qarao.com/video-pembuangan-limbah-medis-b3-ke-aliran-sungai-ciliwung-terjadi-lagi . #LimbahMedis #SampahMedis #LimbahB3 #SampahMedisCiliwung #LimbahMedisCiliwung #LaskarKarung

A post shared by Qarao.com (@qaraocom) on

Dikutip Pikiran Rakyat, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 56 tahun 2016, limbah berbahaya dan beracun dari fasilitas kesehatan tidak boleh dibuang sembarangan, apalagi ke sungai. Sejauh ini memang tidak ada laporan ke direktorat pengendalian air, tetapi karena ini terkait dengan limbah B3 dari faskes, maka menjadi kewenangan di direktorat pada Dirjen PSLBB3,” ujar Luckmi pada “PR” Senin (1/7/19).

Sementara itu, Etty Riani selaku Pakar limbah Institut Pertanian Bogor berpendapat bahwa limbah medis yang ditemukan di aliran Sungai Ciliwung tak hanya berpotensi menyumbangkan limbah B3, tetapi juga dapat mencemari badan air dengan bakteri pathogen, virus, atau mikroogranisme pathogen lainnya, melalui badan air.

“Kalau bekas infusnya dibuang ke sungai, misal menempel pada alat makan yang dicuci di Sungai Ciliwung, bukan tidak mungkin orang yang makan dari alat makan itu tertular virus dari cairan infus itu, apalagi jika daya tahan tubuhnya sedang buruk,”  ucap Etty.

Menurut Etty, beberapa kandungan bahan organik seperti BOD, COD, fenol, e-coli, terpantau sangat tinggi di aliran Sungai Ciliwung yang sudah cukup tercemar. Hal ini berdasarkan pada penelitian yang dilakukan Etty pada tahun 2012.

Banyaknya penduduk yang tinggal di kawasan bantaran Sungai Ciliwung, menurut Etty, membuat Sungai Ciliwung semakin tercemar. 

Ancaman bagi pelaku yang membuang sampah medis ke sungai berdasarkan UU PPLH Pasal 104 dan Pasar 160 adalah penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp.3 miliar.

Bahkan apabila pembuangan limbah medis itu mengakibatkan baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan mati, menyebabkan orang mati, maka diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling sedikit Rp.5 miliar dan paling banyak Rp.15 miliar. (rnd)

Baca  GENIUS Anak Indonesia Gesit, Simpati, Berani, Unggul Dan Sehat
Kamis, 14 November 2019