Home » Terkini » VIDEO: Puncak Pelebon Permaisuri Raja Denpasar Ke-IX, Ribuan Orang Iringi Jenazah Almarhum

VIDEO: Puncak Pelebon Permaisuri Raja Denpasar Ke-IX, Ribuan Orang Iringi Jenazah Almarhum

QARAO.com, Denpasar – Dampati Anak Agung Ayu Oka Pamecutan yang merupakan permaisuri Raja Denpasar ke-IX (Ida Cokorda Ngurah Jambe Pamecutan) hari ini dipelebon.

Tingkat upacara yang digunakan munggah patrang manca datu dengan bade tumpang siya setinggi 18 meter.

Ida Permaisuri lebar (meninggal) pada 17 Oktober 2018. Beliau berpulang karena penyakit diabetes melistus saat umur 74 tahun dan meninggalkan empat putra dan satu putri.

Menurut anak pertama almarhum, AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, almarhum semasa hidup merupakan seorang guru di SMKN 4 Denpasar atau yang dulu masih bernama SKHA.

“Karena menjadi guru maka Ida memiliki pola pikir pendidikan dalam mendidik keluarga,” kata Turah Bima, Selasa (13/11/2018).

Sebagaimana layaknya pendidik, Ida pun menanamkan kasih sayang pada keluarga dan menjaga nama baik puri dan pasemetonan agung Puri Agung Denpasar.


Puncak upacara pelebon Ida Permaisuri dilaksanakan pada Buda Pon Tolu atau Rabu (14/11/2018) pukul 12.00 Wita. Tingkat upacara yang digunakan paling utama.

Baca Juga  Mengaku Sekretaris Pribadi Kapolri, Pria Ini Meraup Rp 1 Miliar dari Korban

“Karena beliau sudah madwijati kaprabon, maka tingkat upacara yang dilakukan harus yang utama atau utamaning utama yakni munggah patrang manca datu,” terang Turah Bima.

Upacara sudah dimulai dengan melakukan puja di puri pada Selasa malam. Rabu sekitar pukul 05.00 Wita, dilakukan prosesi ngutang pering sehingga di puri sudah bersih.

Eedan (runtutan) upacara pelebon telah dimulai pada 3 November 2018 dengan prosesi melelet, dan 11 November 2018 digelar pengaskaran. Setiap harinya digelar prosesi tarpana saji.

Pada puncak pelebon siang ini, ribuan orang akan turut mengantar jenazah Ida Permaisuri ke Setra Badung. Sejumlah tamu kehormatan juga dipastikan hadir.

Dalam upacara ini digunakan bade tumpang siya (bertingkat sembilan) untuk mengusung layon (jenazah). Tinggi bade mencapai 18 meter.

Selaku undagi atau pembuat bade yakni Ida Bagus Pidada dari Griya Timbul, Kesiman. Sejak kemarin, bade sudah berada di depan Jaya Sabha (Kantor Wali Kota Denpasar).

Layon akan dinaikkan ke bade dari Jaya Sabha dikarenakan lokasi puri sebelumnya berada di areal pusat (titik 0) Kota Denpasar ini.

Iring-iringan dimulai dari depan Jaya Sabha, memutar tiga kali di Catur Muka, lalu berangkat menuju ke Jalan Udayana, Jalan Hasanuddin, Jalan Imam Bonjol, dan Setra Badung melalui pintu utara.

Pengusung bade dari Banjar Belaluan Sad Merta, dan untuk bale pebasmian serta lembu dari Banjar Taman Yang Batu.

Sedang pemuput upacara pelebon yaitu Ida Pedanda Budha Jelantik Lila Arsa (Griya Taman Sukawati) dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten (Griya Sari Tegal Denpasar).

Serangkaian upacara palebon ini, Turah Bima sebagai panglingsir puri meminta permakluman kepada masyarakat Denpasar, karena beberapa ruas jalan akan mengalami gangguan.

Selain itu, kabel telepon ataupun kabel listrik juga akan diputus sementara. (tribunnews)

TerkiniLeft Menu Icon