Home » Populer » VIDEO: Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit

VIDEO: Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit

QARAO.com, Blitar – Bulan Ramadhan menjadi momen bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia untuk beribadah seperti melaksanakan puasa pada siang hari dan kemudian dilanjutkan shalat tarawih berjamaah di malam hari.

Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit (Foto: istimewa)
Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit (Foto: istimewa)

Namun Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam yang berlokasi di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur memperlihatkan cara mereka melakukan shalat tarawih yang cukup berbeda dibanding dengan masjid lain di seluruh Indonesia.

Tarawih di pesantren ini disebut-sebut sebagai shalat tarawih tercepat di dunia lantaran melaksanakan shalat tarawih sebanyak 23 rokaat hanya dalam waktu 7 menit.

Shalat tarawih tercepat ini dilakukan oleh para santri di yang dipimpin langsung oleh pimpinan pondok pesantren Mamba’ul Hikam.

Setiap hari, masjid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren tersebut tidak pernah sepi dari ratusan jamaah yang ingin ikut shalat tarawih. 

Baca  7 Negara Dengan Waktu Puasa Terpendek di Dunia, Ada yang Hanya Puasa 8 Jam
Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit (Foto: istimewa)
Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit (Foto: istimewa)

Tidak hanya jamaah dari sekitar pondok pesantren, namun jamaah dari desa-desa di sekitar pondok, juga memilih ikut melaksanakan shalat tarawih di masjid pondok pesantren Mamba’ul Hikam.

Para jamaah mengaku, selalu memilih mengikuti salat tarawih di pondok pesantren ini, selain karena cepat juga dapat menghemat waktu.

“Kita selalu salat tarawih di sini karena efisien waktu, sehingga misalkan kita ada keperluan lain tidak terganggu,” ujar jamaah dari desa setempat, Rabu (8/6/16)

Jika dilihat sekilas, memang tidak ada perbedaan di Pondok Pesantren yang dipimpin KH Dliya’uddin Azzamzami dengan pondok pesantren lainnya. Gerakan-gerakan sholatnya pun sama.

Tapi yang membedakan ketika melakukan shalat tarawih lantaran terbilang sangat cepat. Shalat tarawih yang diakhiri dengan shalat witir hanya sekitar 7 menit.

Cepatnya pelaksaan ibadah tarawih di pesantren ini justru menjadi pemikat bagi warga untuk datang beribadah. Bahkan ada yang menganggap selain dirinya bisa beribadah sekaligus untuk berolahraga.

Baca  Inilah 5 Tradisi Lebaran Idul Fitri Menarik di Berbagai Belahan Dunia

Sementara itu, Pimpinan Pondok pesantren Mamba’ul Hikam, KH Dliya’uddin Azzamzami mengatakan, tarawih cepat yang dilakukan dirinya bersama para santri merupakan tradisi turun temurun yang sudah berlangsung selama satu abad lebih, sejak kakeknya menjadi pengasuh Pondok Pesantren.

“Alasannya, saat itu banyak warga yang enggan ikut salat tarawih, karena siangnya bekerja sehingga badannya capek dan penat. Sehingga dengan tarawih cepat ini, membuat para jamaah menjadi tertarik untuk datang ke masjid dan ikut melaksanakan salat tarawih,” terang KH Dliya’uddin Azzamzammi.

Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit (Foto: istimewa)
Shalat Tarawih Tercepat di Indonesia, 23 Rakaat Hanya Tujuh Menit (Foto: istimewa)

Menurutnya, meskipun shalat tarawih dilakukan dengan cepat namun itu tidak lepas dari syariat dan ajaran dalam islam.

Baca  Meriahkan Bulan Suci Ramadhan, Babinsa Kelurahan Danukusuman Ikuti Parade Tarhib Inilah Tujuannnya

“Kita tidak mengubah tradisi dan tidak melanggar syariat. Apa yang dilakukan ini tidak lepas dan tidak keluar dari ajaran islam,” terangnya.

Tradisi shalat cepat di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam sendiri, dilakukan hanya untuk shalat tarawih dan witir saja, sedangkan untuk shalat lima waktu, tetap seperti pada umumnya.

Saat ini, Pondok Pesantren Salafiyah Mamba’ul Hikam mempunyai sekitar 1000 lebih santri putra-putri dari berbagai daerah. Bahkan dari luar Jawa, seperti Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Lampung juga banyak.

Pondok Pesantren Mambaul Hikam didirikan oleh Alm KH Abdul Ghofur sejak tahun 1901. Hingga saat ini, sudah 4 generasi yang menjadi pengasuh Ponpes Mamba’ul Hikam yang merupakan salah-satu Pondok Salafiyah terbesar di Kabupaten Blitar.

(rnd)

Jum'at, 20 September 2019