Home » Terkini » Video Viral Warga Menghambur – Hamburkan Uang Terjadi di Sidoarjo Syukuran Rumah Baru, Warga Menyebutnya Tradisi Udik – Udikan

Video Viral Warga Menghambur – Hamburkan Uang Terjadi di Sidoarjo Syukuran Rumah Baru, Warga Menyebutnya Tradisi Udik – Udikan

QARAO.com, Sidoarjo – Sebagaimana diberitakan di sejumlah media online, hujan uang terjadi di wilayah Probolinggo dan didokumentasikan menggunakan kamera ponsel.

Video Viral Warga Menghambur - Hamburkan Uang Terjadi di Sidoarjo Syukuran Rumah Baru, Warga Menyebutnya Tradisi Udik-Udikan
Video Viral Warga Menghambur – Hamburkan Uang Terjadi di Sidoarjo Syukuran Rumah Baru, Warga Menyebutnya Tradisi Udik-Udikan

Video itu diunggah oleh akun Facebook bernama Yuni Rusmini, dengan durasi sekitar 2,22 menit (2 menit 22 detik) dan akhirnya viral beberapa hari terakhir, dalam sekejab vidio sudah dilihat 2.894 tayangan.

Kontroversi ini menjadi teka-teki di masyarakat untuk mengetahui lokasi sebenarnya ada di daerah mana dan ingin jelas maksud dan tujuan kegiatan tersebut, akhirnya terjawab sudah.

Lokasi menghambur-hamburkan uang kertas pecahan mulai dari Rp 2, Rp 5, Rp 10, Rp 20 dan 50 ribu rupiah yang dihamburkan 5 orang dari atas atap rumah berlantai 2, ini menjadi viral di kalangan warganet.

Baca  Pawai Budaya Yang Diikuti Ratusan Anak PAUD Dan TK Sisakan Masalah

Teryata kejadian menghambur-hamburkan uang yang menjadi rebutan warga di rumah Majid di Desa Kepatihan Rt 3/ Rw 3, Kecamatan Tulangan Sidoarjo.

Terlihat di video banyak warga berdatangan, karena sebelumnya sudah menyebar info bahwa Majid pengusaha bakso terkenal dan laris di daerah Sidoarjo, selamatan gelar tradisi Udik-Udikan dengan waktu yang sudah ditentukan, akhirnya warga berdatangan untuk berebut uang.

Menurut Untung warga Sidoarjo, sudah menjadi tradisi menghamburkan uang setelah selesai membangun rumah baru dan yang akan ditempati, itu wujud berbagi amal dan rasa syukur, biasa warga menamakan dengan tradisi “Udik-Udikan” bagi masyarakat di Desa Kepatihan Sidoarjo.

Baca  Danrem 162/WB: Kami Mengumpulkan Para Pengusaha Bahas Pencairan Dana Stimulan Sistem Satu Pintu.

Bagi orang yang ekonominya bagus, bagi yang tidak mampu biasanya warga hanya mengelar tasyakuran dengan acara Tumpengan.

“Sudah menjadi tradisi di Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, saat selesai dan tuntas membangun rumah baru, dan akan ditempati, dengan menggelar amal demgan menghambur-hamburkan uang kertas, dan kadang saat selamatan anaknya selapanan” tegas Untung saat dihubungi melalui handphonennya. Sabtu (05/01/19).

Menurut Muari, warga setempat, selain uang kadang ada jajanan pasar dan coklat yang dihambur-hamburkan oleh warga saat syukuran memiliki bangunan rumah baru, sudah menjadi tradisi dan tidak wajib dilakukan.

“Selain uang, kadang warga Desa Kepatihan, juga melempar-lemparkan makanan ringan dan coklat, dan menjadi tradisi, namun tidak wajib dilakukan bagi orang yang tidak mampu” tegas Muari saat dihubungi selularnya.

Baca  Spesialis Copet Kaum Hawa Ditangkap Dan Dimassa

Dan untuk jelasnya, nunggu berita klarifikasi pemilik rumah pak Majid, hingga saat ini belum berhasil di wawancairai para awak media, untuk mengulas berita viralnya menghambur-hamburkan dari yang bersangkutan.

(Risty)

Selasa, 20 Agustus 2019