Home » Terkini » Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa

Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa

QARAO.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengakui memang menawarkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi pengacara pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Maruf Amin. 

Menurut Jokowi, permintaan agar Yusril bisa bergabung berawal dari usulan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

“Ya bagus, alhamdulillah. Kita yang meminta, Pak Erick yang meminta,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa

Jokowi mengungkapkan bahwa sosok Yusril profesional sebagai pengacara. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu alasannya untuk merekrut Yusril.

“Ya, kita kan tahu profesionalitas dari Pak Yusril Ihza Mahendra,” ujarnya.

Diketahui, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi kuasa hukum pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Pilpres 2019. Pilihan sikap Yusril ini mengejutkan kader Partai Bulan Bintang (PBB).

Baca  Ingin Tahu Bunga Abadi Edelweis, Yuk Datang Ke Gunung Bromo Ada Budi Daya Tanaman Edelweis

Kader PBB sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Hasan Bamukmin, mengatakan bila memang benar Yusril jadi pengacara pasangan Jokowi-Ma’ruf maka tak bisa diterima, dan menganggap Yusril melakukan penghianatab.

Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa (Foto: istimewa)
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa (Foto: istimewa)

“Maka ini pengkhianatan yang luar biasa walaupun seumpama YIM (Yusril Ihza Mahendra) atas nama pribadi sekali pun. Jelas saya dan kader yang lainnya sangat marah dan terpukul,” kata Novel kepada wartawan, Senin malam, (5/11/2018).

Novel tak habis pikir dengan sikap Yusril memilih menjadi kuasa hukum Jokowi. Alasannya, kata dia, 70 persen kader di PBB patuh terhadap Ijtima Ulama II. 

Namun, dengan manuver Yusril ini, ia pun mendesak agar PBB menggelar Munaslub untuk memecat eks Menteri Sekretaris Negara itu.

“Untuk segera digelarnya munaslub pemecatan YIM secara tidak hormat. Karena perbuatan YIM sudah mencederai dan menistakan partai Islam itu sendiri karena PBB satu satunya di Indonesia partai dengan penerapan Islam secara kafah syariat Islam,” jelas Novel.

Baca  VIDEO: Tim Gabungan Evakuasi Penyu yang Terdampar saat Cari Korban Tsunami Selat Sunda
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa (Foto: istimewa)
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa (Foto: istimewa)

Kemudian, bila memang ia tak bisa mendorong Yusril turun dari takhta Ketum PBB, maka ada cara lain sebagai protes. Ia menegaskan dirinya dan koleganya yang merupakan alumni 212 akan mundur dari calon legislator PBB. Novel saat ini merupakan caleg DPRD DKI dari PBB untuk daerah pemilihan 8 Jakarta Selatan.

“Kalau sudah mentok tidak bisa melengserkan YIM maka saya dan kawan-kawan secara resmi, terbuka beramai-ramai dari FPI dan PA 212 yang berada di PBB akan mengundurkan diri dan akan menggemboskan PBB di manapun,” tuturnya.

Sebelumnya, Yusril mengakui benar menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk Pilpres 2019. Yusril siap pasang badan membela Jokowi-Ma’ruf melawan berita bohong atau hoax. 

Yusril menegaskan dirinya siap bekerja profesional dengan membela hak-hak Jokowi-Ma’ruf.

“Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya,” jelas Yusril, dalam keterangannya, Senin (5/11/2018).

Baca  Boris Turis Rusia Kondisinya Mulai Sehat, Sabtu Besok Melanjutkan Perjalanan ke Bali
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa (Foto: istimewa)
Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa (Foto: istimewa)

Seperti diketahui, Yusril seringkali melayangkan kritik, baik kepada Jokowi maupun kepada kinerja kabinet. 

Terlebih saat itu Yusril yang menjadi pengacara HTI berdiri bertentangan dengan pemerintah yang mau membubarkan HTI. 

Belum lagi, Yusril pernah mendukung Prabowo pada Pilpres 2014 silam. Melihat masa lalu Yusril, Jokowi mengaku tak mau memusingkannya.

“Enggaklah, beliau itu di mana-mana profesional,” pungkasnya.

Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara Jokowi-Maruf. Yusril mengaku mau menjadi pengacara pasangan capres-cawapres itu secara cuma-cuma.

“Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiyai Maruf ini pro bono alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang, saya setuju saja,” ujar Yusril, kemarin. (rnd)

Kamis, 22 Agustus 2019